Selasa, 13 November 2012
bisnis pulsa paling murah
tidak usah basa basi apabila anda ingin berbisnis pulsa dengan pembelian saldo terserah tidak ada batasan...... silahkan klik
Senin, 12 November 2012
makalah sejarah penurunan , penulisan dan pengumpulan alqu'an
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Pada Zaman Rasulullah, Ayat Al-Qur’an tidak dikumpulkan atau dibukunan seperti sekarang. Namun disebabkan beberapa faktor, maka ayat Al-Qur’an dimulai dikumpulkan atau dibukukan, yaitu dikumpulkan didalam satu Mushaf. Pengumpulan Al-Qur’an pada masa Nabi hanya dilakukan pada dua cara yaitu dituliskan melalui benda-benda seperti yang terbuat dari kulit binatang, batu yang tipis dan licin, pelapah kurma, tulang binatang dan lain-lain. Tulisan-tulisan dari benda-benda tersebut dikumpulkan untuk Nabi dan beberapa diantaranya menjadi koleksi pribadi sahabat yang pandai baca tulis. Tulisan-tulisan melalui benda yang berbeda tersebut memang dimiliki oleh Rasulullah namun tidak tersusun sebagaimana mushaf yang sekarang ini. Pemeliharaan ayat-ayat Al-Qur’an juga dilakukan melalui hafalan baik oleh Rasulullah maupun oleh sahabat-sahabat beliau.[ ]
Al-Qur’an adalah suatu kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berkelompok-kelompok sejak malam tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran beliau hingga 9 Dzulhijjah 10 H, dan membacanya bernilai ibadah. Kitab itu kemudian dibukukan dalam sebuah mushaf melalui suatu proses “penukilan” secara mutawatir.[ ]
Pesan komunikasi yang telah melewati perantara dari seorang tertahap orang lain, terlebih melewati frekuensi jumlah orang yang banyak akan meragukan keabshahan pesan alsi tersebut. Selain itu, rentan waktu yang cukup lama juga amat berpengaruh terhadap nilai dari pesan. Yang menarik adalah seperti apa membuktikan bahwa pesan Al-Qur’an adalah sesuatu yang telah ditetapkan berdasarkan ketetapan Allah.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulismerumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah penurunan Al-Quran
2. Bagaimana sejarah penulisan Al-Qur’an pada masa nabi dan khulafaurrasyidin
3. Bagaimana sejarah pemeliharaan Al-Qur’an
C. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah studi kepustakaan. Dengan membaca dari berbagai buku-buku, baik itu buku yang berkaitan langsung dengan ilmu Al-qur’an , ataupun sumber yang secara khusus membahas mengenai proses penulisan Al-qur’an. Selain dari studi kepustakaan penyusun juga melakukan studi literatur dari situs internet yang membahas mengenai sejarah penurunan , penulisan pemeliharaan Al-Qur’an.
D. Tujuan
Adapun tujuan dri penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu menjelaskan sejarah penurunan Al-Qur’an
2. Mampu menjelaskan sejarah penulisan serta pemeliharaan Al-Qur’an
3. Mampu menjelaskan proses peliharaan Al-Qur’an
4.
E. Manfaat
Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Meningkatkan pemahaman akan pentingnya mengetahui sejarah penurunan, penulisan, dan pemeliharaan Al-Qur’an
2. Meningkatkan mengenai pemahaman tentang hal- hal yang berkaitan dengan ulumul hadits
3. Sebagai bahan mata kuliah ulumul hadits
BAB II
PEMBAHASAN
SEJARAH PENURUNAN, PENULISAN dan PEMELIHARAAN AL-QUR’AN
A. Sejarah Penurunan Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai malam 17 ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, sampai 9 Dzulhijjah Haji wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. [ ]
Proses turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ada tiga tahapan, yaitu:
1. Al-Qur’an turun secara sekaligus dari Allah ke laul al-mahfuzh , yaitu suatu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah.
2. Al-Qur’an diturunkan dari lauh al-mahfuhz itu ke bait al-izzah (tempat yang berada di langit dunia).
3. Al-Qur’an diturunkan dari bait al-izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur . Al-Qur’an diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, tidak secara sekaligus, melainkan turun sesuai kebutuhan. Bahkan sering wahyu turun untuk menjawab pertanyaan para sahabat yang dilontarkan kepada Nabi atau untuk membenarkan tindakan Nabi SAW.
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara, antara lain:
a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya.
b. Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW.
c. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng.
Menurut Nabi SAW, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai-sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin.
d. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli.
Setiap kali mendapat wahyu, Nabi SAW lalu menghafalkannya. Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril.[ ]
Hikmah diturunkannya al-Qur’an secara berangsur-angsur, antara lain sebagai berikut:
1. Memantapkan hati Nabi
2. Menentang dan melemahkan para penentang Al-Qur’an
3. Memudahkan untuk dihapal dan dipahami
4. Mengikuti setiap kejadian dan melakukan penahapan dalam penetapan syari’at
5. Membuktikan dengan pasti bahwa Al-Qur’an turun dari Allah yang Mahabijaksana.
Para sarjana Muslim mengklasifikasikan surat-surat Al-Quran sebagai surat Makkiyyah dan Madaniyyah. Mereka pula mengemukakan empat perspektif dalam mendefinisikan terminologi Makkiyyah dan Madaniyyah. Keempat perspektif itu adalah:
1. Masa Turun(zaman an-nuzul)
Dari perspektif masa turun, mereka mendefinisikan kedua terminologi itu sebagai berikut:
a. Makkiyyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Mekah, sedangkan
b. Madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Madinah.
2. Tempat Turun(makan an-nuzul)
Dari perspektif tempat turun, mereka mendefinisikan kedua terminologi itu sebagai berikut:
a. Makiyyah ialah ayat-ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah, dan Hudaibiyyah, sedangkan
b. Madaniyyah adalah ayat-ayat yang turun di Madinah dan sekitarnya, seperti Ubud, Quba, dan Sul’a.
3. Objek Pembicaraan
Dari perspektif objek pembicaraan, mereka mendefinisikan kedua terminologi itu sebagai berikut:
a. Makiyyah ialah ayat-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang Mekah, sedangkan
b. Madaniyyah ialah ayat-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang Madinah.
4. Tema Pembicaraan(maudu)
B. Sejarah Penulisan Al-Qur’an
1. Masa Nabi
Kerinduan Nabi terhadap kedatangan wahyu tidak saja diekspresikan dalam bentuk hafalan, tetapi juga dalam bentuk tulisan. Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan Al-Qur’an pada masa Rasulullah SAW ini adalah bahwa pada pengumpulan tersebut belum tersusun dalam suatu “mushaf” tertentu, dan surat-suratnya pun belum berurutan sebagaimana yang disaksikan yang sekarang ini. Pencatatan Al-Quran pada masa ini masih tercecer dan berserakan pada pelepah kurma, batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang.[ ]
Faktor-faktor yang mendorong penulisan Al-Qur’an pada masa Nabi adalah:
a. Mem-back up hapalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabat
b. Mempresentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna, karena bertolak dari hafalan para sahabat saja tidak cukup karena terkadang mereka lupa atau sebagian dari mereka sudah wafat. Adapun tulisan akan tetap terpelihara walaupun pada masa Nabi, Al-Qur’an tidak ditulis di tempat tertentu.[ ]
2. Pada Masa Khulafa’ Al-Rasyidin
a. Pada Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
Pada dasarnya, seluruh Al-Qur’an sudah ditulis pada waktu Nabi masih ada. Hanya saja, pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar pada pelepah kurma, batu halus, kulit, tulang unta, dan bantalan dari kayu. Abu Bakar kemudian berinisiatif menghimpun semuanya. Usaha pengumpulan tulisan Al-Qur’an dilakukan Abu Bakar terjadi setelah Perang Yamamah pada tahun 12 H. Peperangan yang bertujuan menumpas habis para pemurtad yang juga para pengikut Musailamah Al- Kadzdzab ternyata telah menewaskan 700 orang sahabat penghapal Al-Qur’an syahid. Kekhawatiran akan semakin hilangnya para penghapal Al-Qur’an, sehingga kelestarian Al-Qur’an juga ikut terancam membuat Abu Bakar mengumpulkan Al-Quran dari berbagai sumber, baik yang tersimpan di dalam hapalan maupun tulisan. .[ ]
Mushaf yangdi buat pada masa Abu Bakar ini mempunyai beberapa keistemewaan sebagai berikut:
1. Mushaf itu dibuat atas dasar penelitian yang mendetail dan memiliki kemantapan yang sempurna.
2. Yang tercatat dalam mushaf hanyalah bacaan yang pasti dan tidak mengalami nasakh bacaanya.
3. Menurut ijma’, bahwa yang tertulis dalam mushaf itu adalah benar-benar Al-Qur’an.
4. Mushaf itu meliputi qira’ah, sab’ah yang dinukil berdasar riwyatyang benar-benar shahih.[ ]
b. Pada Masa ‘Utsman bin ‘Affan
Pada masa ‘Utsman bin ‘Affan’ terjadi perbedaan-perbedaan serius dalam qira’at (cara membaca) Al-Qur’an. Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan, perselisihan tentang bacaan Al-Qur’an muncul di kalangan tentara-tentara Muslim, perselisihan ini menyebabkan pimpinan tentara Muslim, Hudzaifah, melaporkannya kepada khalifah ‘Utsman dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan-perbedaan bacaan tersebut. Khalifah Utsman berembuk dengan para sahabat senior Nabi, dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran. Bersama Zaid, ikut bergabung tiga anggota keluarga Mekah terpandang:’Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Al-‘Ash, dan ‘Abd Ar-Rahman bin Al-Harits.
Inisiatif Ustman untuk menyatukan penulisan Al-Quran tampaknya sangat beralasan. Alasan yang mendasari tersebut dilihat dari perbedaan cara membaca Al-Quran pada saat itu sudah berada pada titik yang menyebabkan umat Islam saling menyalahkan dan ujungnya terjadi perselisihan di antara mereka.
Ciri-ciri mushaf pada khalifah Utsman bin Affan yaitu :
1) Semua ayat Al-Quran berdasarkan riwayat yang mutawatir.
2) Ayat-ayat yang dimansukh/dinasakh tidak ada.
3) Surah-surah atau ayat-ayatnya ditulis dengan tertib sebagaimana Al-Quran yang
berada ditangan umat Islam sekarang ini.
4) Pendapat sahabat nabi sebagai penjelasa ayat tidak ditulis.
5) Mushaf yang ditulis mencakup tujuh huruf dimana Al-Quran diturunkan.[ ]
3. Penyempurnaan Penulisan setelah Masa Khalifah
Mushaf yang ditulis Utsman tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qiraat yang tujuh. Setelah banyak orang non-Muslim memeluk Islam, mereka merasa kesulitan membaca mushaf Utsman itu. Sehingga pada masa Khalifah ‘Abd Al-Malik ketidakmemadainya mushaf ini dimaklumi karena itu pula penyempurnaan mulai dilakukan. Upaya penyempurnaan itu tidak berlangsung sekaligus, tetapi bertahap dan dilakukan oleh setiap generasi sampai abad III H(akhir abad IX M).
Upaya penulisan Al-Quran dengan tulisan yang bagus merupakan upaya lain yang telah dilakukan generasi terdahulu. Setelah upaya penulisan Al-Quran itu selesai maka dilanjutkan untuk dicetak dan disebarluaskan kepada umat Islam. Pertama kalinya Al-Quran dicetak di Bunduqiyyah pada tahun 1530 M, tetapi begitu keluar cetakan Al-Quran tersebut segera dimusnahkan oleh penguasa gereja. Kemudian cetakan selanjutnya muncul atas usaha seorang Jerman bernama Hinkelman pada tahun 1694 M di Hamburg(Jerman). Lalu disusul lagi oleh Marracci pada tahun 1698 di Padoue. Dan sungguh sangat disayangkan bahwa perintis penerbitan Al-Quran pertama kali bukan dari kalangan muslim
Penerbitan Al-Quran dengan lebel Islam baru dimulai pada tahun 1787. Yang menerbitkannya adalah Maulaya ‘Utsman, cetakan ini lahir di Saint-Peterbourg, Rusia, atau Leningrad, Uni Soviet sekarang. Lahir lagi cetakan di Kazan. Lalu terbit lagi di Iran. Lima tahun kemudian, yakni tahun 1833 terbit lagi mushaf cetakan di Tabriz. Setelah dua kali diterbitkan di Iran, setahun kemudian(1834) terbit lagi cetakan di Leipzig, Jerman.
C. Sejarah Pemeliharaan Al-Quran
Pada permulaan islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Mereka belum mengenal kertas, sebagaimana kertas yang di kenal sekarang. Perkataan "alwaraq"(daun) yang lazim pula dipakaikan dengan arti "kertas"di masa itu, hanyalah dipakaikan pada daun kayu saja. Adapun kata "alqirthas" yang daripadanya terambil kata-kata Indonesia "kertas" dipakaikan oleh mereka hanyalah kepada benda-benda (bahan-bahan) yang mereka pergunakan, yaitu: kulit binatang, batu yang tipis, licin pelapah tamar(kurma), tulang binatang dan lain-lain sebagainya. .[ ]
Setelah mereka menaklukkan negeri Persia, yaitu sesudah wafatnya Nabi Muhammad shallahu alaihi wa salam, barulah mereka mengetahui kertas. Orang Persia menamai kertas itu"kaqhid", itu pun dipakai pula oleh bangsa Arab semenjak itu. Adapun sebelum masa nabi ataupun di masa Nabi, kata-kata "al kaqhid" itu tidak ada dalam pemakaian bahasa Arab,maupun dalam hadist-hadist Nabi. Kemudian kata-kata "al qirthas" itu pun dipakai pula oleh bangsa Arab kepada apa yang dinamakan "kaqhid" dalam bahasa Persia itu.
Kitab atau buku tentang apapun, juga belum ada pada mereka. Kata-kata "kitab" di masa itu hanyalah berarti: sepotong kulit, batu,atau tulang dan sebagainya yang telah bertulis, atau berarti surat, seperti kata "kitab" dalam ayat surat (27) An Naml.
.....اذْهَب بِّكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ
"Pergilah dengan surat saya,maka jatuhkanlah dia kepada mereka...."...
Begitu juga "kutub"(jama' kitab) yang dikirimkan oleh nabi kepada raja-raja di masanya,untuk menyeru mereka kepada Islam. Karena mereka belum mengenal kitab atau buku sebagai yang di kenal sekarang, sebab itu di waktu Al-Qur'anul Karim itu di bukukan di masa Khalifah Utsman bin Affan, mereka tidak tahu dengan apa Al-Qur'an yang telah di bukukan itu akan dinamai. Bermacam-macamlah pendapat sahabat tentang nama yang harus diberikan.Akhirnya mereka sepakat menamainya dengan "Al Mushhaf" (Ism maf'ul dari ashafa artinya mengumpulkan (shuhuf), jamak dari shahifah, lembaran-lembaran yang telah tertulis).
Kendatipun keadaan bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf,tetapi mereka mempunyai ingatan yang amat kuat. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan sya'ir-sya'ir dari pujangga-pujangga dan penyair-penyair mereka, ansab (sinsilah keturunan) mereka,peperangan-peperangan yang terjadi di antara mereka, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dan kehidupan mereka tiap hari dan lain sebagainya, adalah sebagai hafalan semata-mata.
Demikian keadaan bangsa Arab di waktu kedatangan agama Islam itu.Maka dijalankan oleh Nabi suatu cara yang 'amali (praktis) yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan Alqur'anul Karim dan memeliharanya. Tiap-tiap di turunkan ayat-ayat itu nabi menyuruh menghafalnya,dan menuliskannya, di batu, kulit binatang, pelapah tamar (pelapah kurma) dan apa saja yang bisa di susun dalam suatu surat. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Nabi mengadakan peraturan yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan, selain dari Al-Qur'an hadist atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi, dilarang menuliskannya.Larangan itu dengan maksud supaya Al-Qur'anul Karim itu terpelihara, tidak tercampur aduk dengan yang lain-lain yang juga di dengan dari Nabi.
Nabi menganjurkan supaya Al-Qur'an itu di hafal, selalu di baca, dan diwajibkannya membacanya dalam sembahyang. Dengan jalan demikian banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. Surat yang satu macam, di hafal oleh ribuan manusia, dan banyak yang hafal seluruh nya
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Karena itu bertambahlah keinginan mereka untuk belajar menulis dan membaca, dan bertambah banyaklah orang yang menuliskan ayat-ayat yang telah di turunkan. Nabi sendiri mempunyai beberapa penulis yang bertugas menuliskan Al-Qur'an untuk beliau.Penulis-penulis beliau yang terkenal ialah Ali bin Abi Tholib, Utsman bin Affan, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. Yang terbanyak menuliskan ialah Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah.
Dengan demikian terdapatlah di masa Nabi tiga unsur yang tolong-menolong memelihara Al-Qur'an yang telah di turunkan itu.
1.Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an.
2.Naskah-naskah yang di tulis untuk Nabi.
3.Naskah-naskah yang di tulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing-masing
Dalam pada itu oleh Jibril diadakan ulangan (repetisi) sekali setahun. Di waktu ulangan itu Nabi disuruh mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan.Di tahun dia wafat ulangan itu di adakan oleh Jibril dua kali. Nabi sendiri sering pula mengadakan ulangan itu terhadap sahabat-sahabatnya,maka sahabat-sahabat itu di suruh beliau membacakan Alqur'an itu di mukanya,untuk menetapkan atau membetulkan hafalan batau bacaan mereka.
Ketika Nabi wafat Al-Qur'an itu telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia,dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Mereka telah mendengar Al-Qur'an itu dari mulut Nabi,berkali-kali,dalam sembahyang,dalam pidato-pidato beliau,dalam pelajaran-pelajaran dan lain-lain,sebagaimana Nabi sendiri pun telah mendengar pula dari mereka. Pendeknya Al-Qur'anul Karim adalah di jaga dan terpelihara baik-baik,dan Nabi telah menjalani suatu cara yang amat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Qur'an itu,sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu.
BAB III
A. Kesimpulan
Sejarah Penurunan, penulisan dan pemeliharaan Al-Quran. Al Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan tiga cara, yaitu pertama malaikat Jibril turun dalam wujud manusianya dan membacakan ayat-ayat Al Quran kepada nabi Muhammad, kemudian beliau mengikutinya. Kedua, adalah Al Quran turun tanpa perantara malaikat Jibril, sehingga tiba-tiba saja ayat-ayat Al Quran tersebut muncul dalam pikiran nabi Muhammad dan yang ketiga adalah Al Quran turun dengan didahului terdengarnya suara gemerincing lonceng yang sangat kuat.
Ketika diturunkan satu atau beberapa ayat, Rasul saw langsung menyuruh para sahabat untuk menghafalkannya dan menuliskannya di hadapan beliau. Rasulullah mendiktekannya kepada para penulis wahyu. Para penulis wahyu menuliskannya ke dalam lembaran-lembaran yang terbuat dari kulit, daun, kaghid, tulang yang pipih, pelepah kurma, dan batu-batu tipis.
Terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan, yaitu:
1. Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an.
2. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi
3. Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing-masing.
B. Saran
Sebagai penulis mengharapkan kita semua dapat memahami dengan baik begitu pentingnya al-Qur’an di dalam kehidupan umat Islam. Dan kami juga mengharpkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini, kepada teman-teman dan dosen pembimbing agar makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Amin.
Resensi
Gozali.2003. Ulumul Qur’an. Surabaya : CV. Indra Media.
Syafe’i, Rachmat. 2006. Pengantar Ilmu Tafsir. Bandung: Pustaka Setia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an
http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an
http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an
makalah pelanet uranus
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PLANET URANUS
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya.Planet inidiketemukansecarataksengajaoleh Herschel dankeluarganyapadatahun 1781 ketikamerekasedangmengamatiSaturnus.[ ]
Uranus inibesarnyatidaksampaiseparuhdarisaturnus, namunbiladibandingkandenganbumibesardiameternya 4 kali lipat.[ ]
Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat.Sir William Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.
Jarak rata-rata antara Uranus dan Matahari adalah sekitar 3 milyar km. Uranus memiliki massa 14,5 kali massa Bumi. Periode rotasi interior Uranus adalah 17 jam, 14 menit. Akan tetapi, seperti semua raksasa gas lainnya, atmosfer atasnya mengalami angin badai yang sangat kuat pada arah rotasi. Akibatnya, pada beberapa garis lintang, seperti dua per tiga lintang dari khatulistiwa ke kutub selatan, fitur-fitur atmosfer itu yang nampak bergerak jauh lebih cepat, menjadikan rotasi penuhnya sekecil 14 jam. Sedangkan periode revolusi adalah 84 tahun. Volume Uranus 63,08 kali volume Bumi.[ ]
B. STRUKTUR PLANET URANUS
1. Struktur Dalam
Uranus adalah planet yang paling ringan diantara planet-planet raksasa, sementara itu kerapatannya 1,27 g/cm³ membuatnya planet paling tidak padat kedua setelah Saturnus. Meskipun bergaristengah sedikit lebih besar daripada Neptunus, Uranus memiliki diameter mencapai 51.118 km.
Uranus kerapatannya sekitar 9 g/cm³, dengan tekanan di tengahnya 8 juta bar (800 GPa) dan suhu sekitar 5000 K. Mantel esnya nyatanya tidak terdiri dari es dalam pengertian pada umumnya, tetapi dari fluida panas dan rapat yang terdiri atas air, amonia dan volatil lain.
2. Struktur Luar
Atmosfer Uranus terdiri dari sekitar 83 ± 3% Hidrogen, 15 ± 3% Helium, 2,3% Metana dan Hidrogen deuterida, Amonia, Air, Amonium hidrosulfida, Metana (CH4).
Atmosfer Uranian dapat dibagi menjadi tiga lapisan yaitu troposfer, antara ketinggian −300 dan 50 km dan tekanan dari 100 sampai 0,1 bar; (10 MPa sampai 10 kPa), Stratosfer, kisaran ketinggiannnya antara 50 dan 4000 km dan tekanan antara 0,1 and 10–10 bar (10 kPa to 10 µPa) dan termosfer/korona yang meluas dari 4.000 km hingga setinggi 50.000 km dari permukaan. Mesosfer tidak ada.
Troposfer adalah bagian atmosfer terbawah dan paling rapat dan bercirikan dengan turunnya suhu bersama dengan naiknya ketinggian. Suhu menurun dari sekitar 320 K di dasar troposfer nominal pada −300 km hingga 53 K pada 50 km.
Stratosfer adalah lapisan bagian tengah atmosfer, dimana suhu umumnya naik sesuai dengan naiknya ketinggian dari 53 K di tropopause sampai antara 800 dan 850 K di dasar termosfer. Pemanasan stratosfer disebabkan oleh penyerapan radiasi UV dan inframerah Matahari oleh metana dan hidrokarbon lain, yang terbentuk di bagian atmosfer ini sebagai hasil dari fotolisis metana.
Termosfer dan korona adalah lapisan terluar atmosfer Uranian, yang suhunya seragam sekitar 800 hingga 850 K.
C. CIRI-CIRI PLANET URANUS
Uranus memiliki 5 satelit.Berbedadengan planet yang lain, arahgerakrotasinyadariTimurke Barat. Namunberdasapengamatanpesawat VOYAGER padabulanJanuari 1986, Uranus memiliki 14 buahsatelit.[ ]
No Jenis Hasil
1 Nama Planet Uranus
2 Kala Rotasi 10 Jam 47 menit
3 Kala Revulosi 84 Tahun
4 Atmosfir Hidrogen, Helium, Metana, Air, Amonia, dsb
5 Satelit Alam (27) di antaranya Miranda, Ariel, Umbriel
6 Jarak Di Matahari 3 milyar km
7 Diameter Planet 51.118 km
8 Warna Planet hijau dan biru
Cincin Planet
Uranus mempunyai sistem cincin planet yang rumit, yang merupakan sistem demikian yang kedua yang ditemukan di Tata Surya setelah cincin Saturnus. Cincin-cincin tersebut tersusun dari partikel yang sangat gelap, yang beragam ukurannya dari mikrometer hingga sepersekian meter.
Sebagian besar materi di sistem cincin Uranus barada dalam 9 cincin tipis yang terletak pada jarak 41000 – 52000 km dari pusat planet. Sebagian besar dari cincin Uranus memiliki lebar 1 – 10 km, sementara cincin epsilon yang ada di bagian luar Uranus adalah yang paling lebar dan paling eksentrik. Cincin epsilon tersebut berada pada jarak 20 km – 96 km.
Partikel penyusun cincin Uranus yang terlihat dari Bumi memiliki ukuran yang hampir sama dengan cincin utama Saturnus yakni ~1cm – 10 m. Namun di bagian cincin epsilon, susunannya terdiri dari balok-balok es yang berukuran beberapa kaki. Cincin epsilon juga ditemukan memiliki warna abu-abu, dengan satelit Cordelia dan Ophelia bertindak sebagai satelit penggembala bagi cincin tersebut. Selain itu di sepanjang 9 cincin Uranus, juga terdapat partikel-partikel debu halus yang terdistribusi renggang mengisi cincin tersebut.
Partikel yang menyusun cincin Uranus memiliki warna yang sangat gelap dan tampak segelap asteroid dan meteorit carbonaceous chondrite. Diperkirakan partikel-partikel tersebut terdiri dari es yang teradiasi gelap, yang merupakan campuran dari hidrokarbon kompleks yang melekat pada es saat terbentuk.[ ]
Selasa, 12 Juli 2011
tafsir s.an nahl 125
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu
dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta
bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk”[1]
2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125
Para mufasir berbeda pendapat seputar
sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini.
Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun
setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70
sahabat yang syahid dalam Perang Uhud,
termasuk Hamzah, paman Rasulullah.[2] Al-
Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di
Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah
SAW, untuk melakukan gencatan senjata
(muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi,
Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang
menjadi sebab turunnya ayat tersebut.[3]
Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku
umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim
ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus
sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata
ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang
ada memberikan pengertian umum.[4] Ini
berdasarkan kaidah ushul:
ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻌِﺒْﺮَﺓَ
ﻟِﻌُﻤُﻮﻡِ ﺍﻟﻠَّﻔْﻆِ
ﻟَﺎ ﺑِﺨُﺼُﻮﺹِ
ﺍﻟﺴَّﺒَﺐِ
Artinya:
“Yang menjadi patokan adalah keumuman
ungkapan, bukan kekhususan sebab”[5]
Setelah kata ud‘u (serulah) tidak
disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini
adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab
yang memberikan pengertian umum (li at-
ta’mîm).[6]
Dari segi siapa yang berdakwah, ayat
ini juga berlaku umum. Meski ayat ini adalah
perintah Allah kepada Rasulullah, perintah ini juga
berlaku untuk umat Islam. Sebagaimana kaidah
dalam ushul fikih :
ﺧﻄﺎﺏ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺧﻈﺎﺏ
ﻻﻣﺘﻪ ﻣﺎﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﺩﻟﻴﻞ
ﺍﻟﺘﺤﺼﻴﺺ
Artinya:
“Perintah Allah kepada Rasulullah, perintah ini juga
berlaku untuk umat Islam, selama tidak ada dalil
yang mengkhususkannya.” [7]
3. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir
a. Tafsir Al-Jalaalayn
} ﺍﺩﻉ { ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
} ﺇﻟﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑّﻚَ {
ﺩﻳﻨﻪ } ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ { ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ
} ﻭﺍﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ {
ﻣﻮﺍﻋﻈﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮﻗﻴﻖ
} ﻭﺟﺎﺩﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺘﻰ { ﺃﻱ
ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ ﺍﻟﺘﻲ } ﻫِﻰَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ { ﻛﺎﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺂﻳﺎﺗﻪ ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺠﻪ } ﺇِﻥَّ
ﺭَّﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ { ﺃﻱ ﻋﺎﻟﻢ
} ﺑِﻤَﻦ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦ
ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑﺎﻟﻤﻬﺘﺪﻳﻦ {
ﻓﻴﺠﺎﺯﻳﻬﻢ ،
ﻭﻫﺬﺍ ﻗﺒﻞ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻘﺘﺎﻝ . ﻭﻧﺰﻝ ﻟﻤﺎ ﻗﺘﻞ ﺣﻤﺰﺓ
Artinya:
“Serulah (manusia, wahai Muhammad) ke jalan
Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan
al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat
atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka
dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti
menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-
ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah).
Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah Yang Mahatahu,
yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari
jalan-Nya, dan Dia Mahatahu atas orang-orang
yang mendapatkan petunjuk. Maka Allah
membalas mereka. Hal ini terjadi sebelum ada
perintah berperang. Ketika Hamzah dibunuh
(dicincang dan meninggal dunia pada Perang
Uhud)” [8]
b. Tafsir al-Qurthuby
ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻧﺰﻟﺖ ﺑﻤﻜﺔ ﻓﻲ
ﻭﻗﺖ ﺍﻻﻣﺮ ﺑﻤﻬﺎﺩﻧﺔ
ﻗﺮﻳﺶ، ﻭﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻮ
ﺇﻟﻰ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺷﺮﻋﻪ
ﺑﺘﻠﻄﻒ ﻭﻟﻴﻦ ﺩﻭﻥ
ﻣﺨﺎﺷﻨﺔ ﻭﺗﻌﻨﻴﻒ، ﻭﻫﻜﺬﺍ
ﻳﻨﺒﻐﻰ ﺃﻥ ﻳﻮﻋﻆ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ. ﻓﻬﻰ ﻣﺤﻜﻤﺔ
ﻓﻲ ﺟﻬﺔ ﺍﻟﻌﺼﺎﺓ ﻣﻦ
ﺍﻟﻤﻮﺣﺪﻳﻦ، ﻭﻣﻨﺴﻮﺧﺔ
ﺑﺎﻟﻘﺘﺎﻝ ﻓﻲ ﺣﻖ
ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦ. ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ: ﺇﻥ
ﻣﻦ ﺃﻣﻜﻨﺖ ﻣﻌﻪ ﻫﺬﻩ
ﺍﻻﺣﻮﺍﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ
ﻭﺭﺟﻰ ﺇﻳﻤﺎﻧﻪ ﺑﻬﺎ ﺩﻭﻥ
ﻗﺘﺎﻝ ﻓﻬﻰ ﻓﻴﻪ ﻣﺤﻜﻤﺔ.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.
Artinya:
“(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW.
diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum
Quraisy. Beliau diperintahkan untuk menyeru
pada agama Allah dengan lembut (talathuf),
layyin, tidak bersikap kasar (mukhasanah), dan
tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). Demikian
pula kaum Muslim; hingga Hari Kiamat
dinasihatkan dengan hal tersebut. Ayat ini bersifat
muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang
durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang
berkaitan dengan kaum kafir. Ada pula yang
mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir
dapat dilakukan cara tersebut, serta terdapat
harapan mereka untuk beriman tanpa
peperangan, maka ayat tersebut dalam keadaan
demikian bersifat muhkam. Wallâhu a’lam.)” [9]
c. Tafsir At-Thabary
) ﺍﺩْﻉُ ( ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻦ
ﺃﺭﺳﻠﻚ ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺑﻚ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﻃﺎﻋﺘﻪ) ﺇِﻟَﻰ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ (
ﻳﻘﻮﻝ: ﺇﻟﻰ ﺷﺮﻳﻌﺔ ﺭﺑﻚ
ﺍﻟﺘﻲ ﺷﺮﻋﻬﺎ ﻟﺨﻠﻘﻪ، ﻭﻫﻮ
ﺍﻹﺳﻼﻡ
) ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ( ﻳﻘﻮﻝ
ﺑﻮﺣﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻮﺣﻴﻪ
ﺇﻟﻴﻚ ﻭﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺰﻟﻪ
ﻋﻠﻴﻚ
) ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ
ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ( ﻳﻘﻮﻝ:
ﻭﺑﺎﻟﻌﺒﺮﺓ ﺍﻟﺠﻤﻴﻠﺔ ﺍﻟﺘﻲ
ﺟﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺠﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ
ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ، ﻭﺫﻛّﺮﻫﻢ ﺑﻬﺎ
ﻓﻲ ﺗﻨﺰﻳﻠﻪ، ﻛﺎﻟﺘﻲ ﻋﺪّﺩ
ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ
ﻣﻦ ﺣﺠﺠﻪ ، ﻭﺫﻛّﺮﻫﻢ
ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺁﻻﺋﻪ
) ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ ( ﻳﻘﻮﻝ:
ﻭﺧﺎﺻﻤﻬﻢ ﺑﺎﻟﺨﺼﻮﻣﺔ
ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻦ
ﻏﻴﺮﻫﺎ ﺃﻥ ﺗﺼﻔﺢ ﻋﻤﺎ
ﻧﺎﻟﻮﺍ ﺑﻪ ﻋﺮﺿﻚ ﻣﻦ
ﺍﻷﺫﻯ، ﻭﻻ ﺗﻌﺼﻪ ﻓﻲ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻦ
ﺗﺒﻠﻴﻐﻬﻢ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺭﺑﻚ.
Artinya:
“Serulah (Wahai Muhammad, orang yang engkau
diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan
untuk taat ke jalan Rabb-mu, yakni ke jalan
Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi
makhluk-Nya yakni Islam, dengan hikmah (yakni
dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan
kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan
kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-
mau’izhah al-hasanah, yakni dengan peringatan/
pelajaran yang indah, yang Allah jadikan hujah
atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah
mengingatkan mereka dengan hujah tersebut
tentang apa yang diturunkan-Nya. Sebagaimana
yang banyak tersebar dalam surat ini, dan Allah
mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat
tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). Serta
debatlah mereka dengan cara baik (yakni
bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik),
dari selain bantahan itu engkau berpaling dari
siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai
respon mereka terhadap apa yang engkau
sampaikan. Janganlah engkau mendurhakai-Nya
dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu
yang diwajibkan kepadamu.) [10]
d. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm
ﻳﻘﻮﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻣﺮﺍ ﺭﺳﻮﻟﻪ
ﻣﺤﻤﺪﺍ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻥ ﻳﺪﻋﻮ ﺍﻟﺨﻠﻖ
ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ.ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ
ﺟﺮﻳﺮ:ﻭﻫﻮﻣﺎ ﺍﻧﺰﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ.
}ﻭﺍﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ{ ﺍﻱ :
ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻭﺍﺟﺮ
ﻭﺍﻟﻮﻗﺎﺀﻉ
ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺩﻛﺮﻫﻢ ﺑﻬﺎ
ﻟﻴﺤﺬﺭﻭﺍ ﺑﺎﺀ ﺱ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﻠﻰ. } ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ { ﺃﻱ: ﻣﻦ
ﺍﺣﺘﺎﺝ ﻣﻨﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﻣﻨﺎﻇﺮﺓ
ﻭﺟﺪﺍﻝ، ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺑﺎﻟﻮﺟﻪ
ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺑﺮﻓﻖ ﻭﻟﻴﻦ
ﻭﺣﺴﻦ ﺧﻄﺎﺏ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ:
} ﻭَﻻ ﺗُﺠَﺎﺩِﻟُﻮﺍ
ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺇِﻻ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻻ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ
ﻣِﻨْﻬُﻢْ {
]ﺍﻟﻌﻨﻜﺒﻮﺕ:46 [ . ﻓﺄﻣﺮﻩ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻠﻴﻦ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ، ﻛﻤﺎ
ﺃﻣﺮ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ،
ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺍﻟﺴﻼﻡ، ﺣﻴﻦ
ﺑﻌﺜﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻓﺮﻋﻮﻥ
ﻓﻘﺎﻝ} : ﻓَﻘُﻮﻻ
ﻟَﻪ ﻗَﻮْﻻ ﻟَﻴِّﻨًﺎ
ﻟَﻌَﻠَّﻪُ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ
ﺃَﻭْ ﻳَﺨْﺸَﻰ {
]ﻃﻪ :44 [
ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ
ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ
ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ
ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ
ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ. ﺃﻱ:
ﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺸﻘﻲ ﻣﻨﻬﻢ
ﻭﺍﻟﺴﻌﻴﺪ، ﻭﻛﺘﺐ ﺫﻟﻚ
ﻋﻨﺪﻩ ﻭﻓﺮﻍ ﻣﻨﻪ، ﻓﺎﺩﻋﻬﻢ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺗﺬﻫﺐ
ﻧﻔﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺿﻞ
ﻣﻨﻬﻢ ﺣﺴﺮﺍﺕ، ﻓﺈﻧﻪ
ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﺇﻧﻤﺎ
ﺃﻧﺖ ﻧﺬﻳﺮ، ﻋﻠﻴﻚ
ﺍﻟﺒﻼﻍ، ﻭﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ
Artinya:
“(Allah, Zat Yang Mahatinggi, berfirman dengan
memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad SAW.,
untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah
dengan hikmah. Ibn Jarir menyatakan, bahwa
maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang
diturunkan kepadanya baik al-Quran, as-Sunnah.
Dan nasihat yang baik, artinya dengan apa saja
yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir)
dan realitas-realitas manusia. Memperingatkan
mereka dengannya supaya mereka waspada
terhadap murka Allah SWT. Debatlah mereka
dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di
antara mereka yang berhujah hingga berdebat
dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut
dengan cara yang baik, berteman, lembut, dan
perkataan yang baik. Hal ini seperti firman Allah
SWT. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang
artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli
Kitab melainkan dengan cara yang paling baik,
kecuali dengan orang-orang zalim di antara
mereka. Dia memerintahkannya untuk bersikap
lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal
tersebut kepada Musa a.s. dan Harun a.s. ketika
keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti
disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang
artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya
perkataan lembut semoga dia mendapat
peringatan atau takut. Firman-Nya
“Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha
Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalan-
Nya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui
orang yang celaka dan bahagia di antara mereka.
Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal
itu disisinya. Oleh karena itu, serulah mereka
kepada Allah, dan janganlah engkau merasa rugi
atas mereka yang sesat, sebab bukanlah
kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan
petunjuk, engkau semata-mata pemberi
peringatan, engkau wajib menyampaikan dan
Kami yang wajib menghisabnya.)”[11]
4. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125
a. Makna Hikmah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan,
kesaktian dan makna yang dalam.[12] Secara
bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan
dan amal.[13] Menurut ar-Raghib, al-hikmah
berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan
mengerjakan hal-hal yang baik.[14] Menurut
Mujahid, al-hikmah adalah pemahaman, akal, dan
kebenaran dalam ucapan selain kenabian. At-
Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah
SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan
pandai dalam din dan akal. [15]
Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah
bin Baz berdasarkan penelitiannya
menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti
sebagai berikut:
ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ: ﺍﻷﺩﻟﺔ ﺍﻟﻤﻘﻨﻌﺔ
ﺍﻟﻮﺍﺿﺤﺔ ﺍﻟﻜﺎﺷﻔﺔ ﻟﻠﺤﻖ،
ﻭﺍﻟﺪﺍﺣﻀﺔ ﻟﻠﺒﺎﻃﻞ؛ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ
ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﻔﺴﺮﻳﻦ: ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ:
ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻷﻧﻪ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻤﺔ؛ ﻷﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺒﻴﺎﻥ
ﻭﺍﻹﻳﻀﺎﺡ ﻟﻠﺤﻖ ﺑﺄﻛﻤﻞ ﻭﺟﻪ،
ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: ﻣﻌﻨﺎﻩ: ﺑﺎﻷﺩﻟﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ.
Artinya:
“Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah:
petunjuk yang memuaskan, jelas, serta
menemukan (mengungkapkan) kebenaran, dan
membantah kebatilan. Oleh karena itu, telah
berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah
adalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-
Qur’an adalah hikmah yang agung. Karena
sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan
dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah
yang sempurna (proporsional). Dan telah berkata
sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah
dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-
Sunnah.”
Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut
sejalan dengan pendapat sebagian mufasir
terdahulu seperti As-Suyuthi, dan Al-Baghawi,
As-Samarkandy yang mengartikan hikmah
sebagai al-Quran. Dan Ibnu Katsir yang
menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang
diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah.
Penafsiran tersebut tampaknya masih
global. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah
secara lebih rinci, yakni sebagai hujjah atau dalil.
Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat
qath‘i (pasti), seperti an-Nawawi al-Jawi. Yang
lainnya, seperti al-Baidhawi, tidak mengharuskan
sifat qath‘i, tetapi menjelaskan karakter dalil itu,
yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran
[19]. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah
sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan
akidah yang meyakinkan[20]. An-Nisaburi
menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i
yang dapat menghasilkan keyakinan[21]. Al-
Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah
dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah al-
muhkamah), yaitu dalil yang menjelaskan
kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (ad-
dalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-
syubhah)[22]. Al-Asyqar menafsirkan hikmah
dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah
al-muhakkamah ash-shahîhah).
Kesimpulannya, jumhur mufasir
menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil.
Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat
dimengerti, bahwa hujjah yang dimaksud adalah
hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah),
yakni hujjah yang tertuju pada akal. Sebab, para
mufasir seperti al-Baidhawi, al-Alusi, an-Nisaburi,
al-Khazin, dan an-Nawawi al-Jawi mengaitkan
seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya
yang spesifik, yakni golongan yang mempunyai
kemampuan berpikir sempurna.
Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis)
yang di maksud adalah argumentasi yang
masuk akal, yang tidak dapat dibantah, dan yang
memuaskan. Yang dapat mempengaruhi pikiran
dan perasaan siapa saja. Sebab, manusia tidak
dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-
argumentasi yang pasti serta pemikiran yang
kuat. Argumentasi logis mampu membongkar
rekayasa kebatilan, menerangi wajah kebenaran,
dan menjadi api yang mampu membakar
kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat
menyinari kebenaran.
Hikmah, memang, kadangkala berarti
menempatkan persoalan pada tempatnya;
kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi.
Dalam ayat ini, tidak mungkin ditafsirkan dengan
makna menempatkan persoalan pada tempatnya.
Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan
argumentasi
Dakwah atau pengajaran dengan cara
hikmah, umumnya diberikan oleh seseorang
untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya
yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Hanya
saja, ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali
bila akalnya puas dan hatinya tenteram.
2. Makna Mau‘izhah Al-hasanah.
Sebagian mufasir menafsirkan
mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik)
secara global, yaitu nasihat atau peringatan al-
Quran (mau’izhah al-Qur’an). Demikian pendapat
al-Fairuzabadi, as-Suyuthi, dan al-Baghawi.
Namun, as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit
menambahkan, dapat juga maknanya perkataan
yang lembut (al-qawl ar-raqîq).
Merinci tafsiran global tersebut, para
mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah
sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati
(perasaan), tanpa meninggalkan karakter nasihat
itu yang tertuju pada akal. Sayyid Quthub
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat
yang masuk ke dalam hati dengan lembut
(tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq).[23] An-Nisaburi
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil
yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah), yang
tersusun untuk mewujudkan pembenaran
(tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang
telah diterima.[24] Al-Baidhawi dan Al-Alusi
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-
seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-
khithâbât al-muqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan
yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah).[25] An-
Nawawi al-Jawi menafsirkannya sebagai tanda-
tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-
zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan.[26]
Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah
dengan targhîb (memberi dorongan untuk
menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan
ancaman/peringatan agar meninggalkan
kemaksiatan).[27]
Dari berbagai tafsir itu, karakter nasihat
yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua:
Pertama, menggunakan ungkapan yang tertuju
pada akal. Ini terbukti dengan ungkapan yang
digunakan para mufasir, seperti an-Nisaburi, al-
Baidhawi, dan al-Alusi, yakni kata dalâ’il (bukti-
bukti), muqaddimah (premis), dan khithâb
(seruan). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi
akal untuk memahami. Kedua, menggunakan
ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan.
Terbukti, para mufasir menyifati dalil itu dengan
aspek kepuasan hati atau keyakinan. An-Nisaburi,
misalnya, mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil
yang menimbulkan kepuasan). Al-Baidhawi dan
al-Alusi menggunakan ungkapan al-khithâbât al-
muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang
memuaskan). Adanya kepuasan dan keyakinan
(iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses
pembenaran dan kecondongan hati. Semua ini
jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini
atau puas terhadap sesuatu dalil. Di antara upaya
untuk menyentuh perasaan adalah
menyampaikan targhîb dan tarhîb, sebagaimana
ditunjukkan oleh Al-Khazin.
Al-Quran telah mempraktikkan hal
tersebut, pada saat ia menyeru pemikiran ia pun
mempengaruhi perasaan manusia. Oleh karena
itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan
hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut.
Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang
baik, umumnya dengan cara memberikan berita
gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta
alam. Misalnya firman Allah SWT.dalam Surat Al-
A’raf ayat 179:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺫَﺭَﺃْﻧَﺎ
ﻟِﺠَﻬَﻨَّﻢَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ
ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲِ ﻟَﻬُﻢْ
ﻗُﻠُﻮﺏٌ ﻟَﺎ
ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ
ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻴُﻦٌ ﻟَﺎ
dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta
bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk”[1]
2. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125
Para mufasir berbeda pendapat seputar
sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini.
Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun
setelah Rasulullah SAW. menyaksikan jenazah 70
sahabat yang syahid dalam Perang Uhud,
termasuk Hamzah, paman Rasulullah.[2] Al-
Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di
Makkah ketika adanya perintah kepada Rasulullah
SAW, untuk melakukan gencatan senjata
(muhadanah) dengan pihak Quraisy. Akan tetapi,
Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang
menjadi sebab turunnya ayat tersebut.[3]
Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku
umum untuk sasaran dakwah siapa saja, Muslim
ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus
sesuai dengan sabab an- nuzul-nya (andaikata
ada sabab an-nuzul-nya). Sebab, ungkapan yang
ada memberikan pengertian umum.[4] Ini
berdasarkan kaidah ushul:
ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻌِﺒْﺮَﺓَ
ﻟِﻌُﻤُﻮﻡِ ﺍﻟﻠَّﻔْﻆِ
ﻟَﺎ ﺑِﺨُﺼُﻮﺹِ
ﺍﻟﺴَّﺒَﺐِ
Artinya:
“Yang menjadi patokan adalah keumuman
ungkapan, bukan kekhususan sebab”[5]
Setelah kata ud‘u (serulah) tidak
disebutkan siapa obyek (maf‘ûl bih)-nya. Ini
adalah uslub (gaya pengungkapan) bahasa Arab
yang memberikan pengertian umum (li at-
ta’mîm).[6]
Dari segi siapa yang berdakwah, ayat
ini juga berlaku umum. Meski ayat ini adalah
perintah Allah kepada Rasulullah, perintah ini juga
berlaku untuk umat Islam. Sebagaimana kaidah
dalam ushul fikih :
ﺧﻄﺎﺏ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺧﻈﺎﺏ
ﻻﻣﺘﻪ ﻣﺎﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﺩﻟﻴﻞ
ﺍﻟﺘﺤﺼﻴﺺ
Artinya:
“Perintah Allah kepada Rasulullah, perintah ini juga
berlaku untuk umat Islam, selama tidak ada dalil
yang mengkhususkannya.” [7]
3. Beberapa Pendapat Ahli Tafsir
a. Tafsir Al-Jalaalayn
} ﺍﺩﻉ { ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
} ﺇﻟﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑّﻚَ {
ﺩﻳﻨﻪ } ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ { ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ
} ﻭﺍﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ {
ﻣﻮﺍﻋﻈﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮﻗﻴﻖ
} ﻭﺟﺎﺩﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺘﻰ { ﺃﻱ
ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ ﺍﻟﺘﻲ } ﻫِﻰَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ { ﻛﺎﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺂﻳﺎﺗﻪ ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺠﻪ } ﺇِﻥَّ
ﺭَّﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ { ﺃﻱ ﻋﺎﻟﻢ
} ﺑِﻤَﻦ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦ
ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑﺎﻟﻤﻬﺘﺪﻳﻦ {
ﻓﻴﺠﺎﺯﻳﻬﻢ ،
ﻭﻫﺬﺍ ﻗﺒﻞ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻘﺘﺎﻝ . ﻭﻧﺰﻝ ﻟﻤﺎ ﻗﺘﻞ ﺣﻤﺰﺓ
Artinya:
“Serulah (manusia, wahai Muhammad) ke jalan
Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan
al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat
atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka
dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti
menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-
ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah).
Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah Yang Mahatahu,
yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari
jalan-Nya, dan Dia Mahatahu atas orang-orang
yang mendapatkan petunjuk. Maka Allah
membalas mereka. Hal ini terjadi sebelum ada
perintah berperang. Ketika Hamzah dibunuh
(dicincang dan meninggal dunia pada Perang
Uhud)” [8]
b. Tafsir al-Qurthuby
ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻧﺰﻟﺖ ﺑﻤﻜﺔ ﻓﻲ
ﻭﻗﺖ ﺍﻻﻣﺮ ﺑﻤﻬﺎﺩﻧﺔ
ﻗﺮﻳﺶ، ﻭﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻮ
ﺇﻟﻰ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺷﺮﻋﻪ
ﺑﺘﻠﻄﻒ ﻭﻟﻴﻦ ﺩﻭﻥ
ﻣﺨﺎﺷﻨﺔ ﻭﺗﻌﻨﻴﻒ، ﻭﻫﻜﺬﺍ
ﻳﻨﺒﻐﻰ ﺃﻥ ﻳﻮﻋﻆ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ. ﻓﻬﻰ ﻣﺤﻜﻤﺔ
ﻓﻲ ﺟﻬﺔ ﺍﻟﻌﺼﺎﺓ ﻣﻦ
ﺍﻟﻤﻮﺣﺪﻳﻦ، ﻭﻣﻨﺴﻮﺧﺔ
ﺑﺎﻟﻘﺘﺎﻝ ﻓﻲ ﺣﻖ
ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦ. ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ: ﺇﻥ
ﻣﻦ ﺃﻣﻜﻨﺖ ﻣﻌﻪ ﻫﺬﻩ
ﺍﻻﺣﻮﺍﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ
ﻭﺭﺟﻰ ﺇﻳﻤﺎﻧﻪ ﺑﻬﺎ ﺩﻭﻥ
ﻗﺘﺎﻝ ﻓﻬﻰ ﻓﻴﻪ ﻣﺤﻜﻤﺔ.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.
Artinya:
“(Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi SAW.
diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum
Quraisy. Beliau diperintahkan untuk menyeru
pada agama Allah dengan lembut (talathuf),
layyin, tidak bersikap kasar (mukhasanah), dan
tidak menggunakan kekerasan (ta’nif). Demikian
pula kaum Muslim; hingga Hari Kiamat
dinasihatkan dengan hal tersebut. Ayat ini bersifat
muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang
durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang
berkaitan dengan kaum kafir. Ada pula yang
mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir
dapat dilakukan cara tersebut, serta terdapat
harapan mereka untuk beriman tanpa
peperangan, maka ayat tersebut dalam keadaan
demikian bersifat muhkam. Wallâhu a’lam.)” [9]
c. Tafsir At-Thabary
) ﺍﺩْﻉُ ( ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻦ
ﺃﺭﺳﻠﻚ ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺑﻚ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ
ﺇﻟﻰ ﻃﺎﻋﺘﻪ) ﺇِﻟَﻰ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ (
ﻳﻘﻮﻝ: ﺇﻟﻰ ﺷﺮﻳﻌﺔ ﺭﺑﻚ
ﺍﻟﺘﻲ ﺷﺮﻋﻬﺎ ﻟﺨﻠﻘﻪ، ﻭﻫﻮ
ﺍﻹﺳﻼﻡ
) ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ( ﻳﻘﻮﻝ
ﺑﻮﺣﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻮﺣﻴﻪ
ﺇﻟﻴﻚ ﻭﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺰﻟﻪ
ﻋﻠﻴﻚ
) ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ
ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ( ﻳﻘﻮﻝ:
ﻭﺑﺎﻟﻌﺒﺮﺓ ﺍﻟﺠﻤﻴﻠﺔ ﺍﻟﺘﻲ
ﺟﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺠﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ
ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ، ﻭﺫﻛّﺮﻫﻢ ﺑﻬﺎ
ﻓﻲ ﺗﻨﺰﻳﻠﻪ، ﻛﺎﻟﺘﻲ ﻋﺪّﺩ
ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ
ﻣﻦ ﺣﺠﺠﻪ ، ﻭﺫﻛّﺮﻫﻢ
ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺁﻻﺋﻪ
) ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ ( ﻳﻘﻮﻝ:
ﻭﺧﺎﺻﻤﻬﻢ ﺑﺎﻟﺨﺼﻮﻣﺔ
ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻦ
ﻏﻴﺮﻫﺎ ﺃﻥ ﺗﺼﻔﺢ ﻋﻤﺎ
ﻧﺎﻟﻮﺍ ﺑﻪ ﻋﺮﺿﻚ ﻣﻦ
ﺍﻷﺫﻯ، ﻭﻻ ﺗﻌﺼﻪ ﻓﻲ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻦ
ﺗﺒﻠﻴﻐﻬﻢ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺭﺑﻚ.
Artinya:
“Serulah (Wahai Muhammad, orang yang engkau
diutus Rabb-mu kepada nya dengan seruan
untuk taat ke jalan Rabb-mu, yakni ke jalan
Tuhanmu yang telah Dia syariatkan bagi
makhluk-Nya yakni Islam, dengan hikmah (yakni
dengan wahyu Allah yang telah diwahyukan
kepadamu dan kitab-Nya yang telah Dia turunkan
kepadamu) dan dengan nasihat yang baik (al-
mau’izhah al-hasanah, yakni dengan peringatan/
pelajaran yang indah, yang Allah jadikan hujah
atas mereka di dalam kitab-Nya dan Allah telah
mengingatkan mereka dengan hujah tersebut
tentang apa yang diturunkan-Nya. Sebagaimana
yang banyak tersebar dalam surat ini, dan Allah
mengingatkan mereka (dalam ayat dan surat
tersebut) tentang berbagai kenikmatan-Nya). Serta
debatlah mereka dengan cara baik (yakni
bantahlah mereka dengan bantahan yang terbaik),
dari selain bantahan itu engkau berpaling dari
siksaan yang mereka berikan kepadamu sebagai
respon mereka terhadap apa yang engkau
sampaikan. Janganlah engkau mendurhakai-Nya
dengan tidak menyampaikan risalah Rabb-mu
yang diwajibkan kepadamu.) [10]
d. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm
ﻳﻘﻮﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻣﺮﺍ ﺭﺳﻮﻟﻪ
ﻣﺤﻤﺪﺍ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻥ ﻳﺪﻋﻮ ﺍﻟﺨﻠﻖ
ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ.ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ
ﺟﺮﻳﺮ:ﻭﻫﻮﻣﺎ ﺍﻧﺰﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ.
}ﻭﺍﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ{ ﺍﻱ :
ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻭﺍﺟﺮ
ﻭﺍﻟﻮﻗﺎﺀﻉ
ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺩﻛﺮﻫﻢ ﺑﻬﺎ
ﻟﻴﺤﺬﺭﻭﺍ ﺑﺎﺀ ﺱ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﻠﻰ. } ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ { ﺃﻱ: ﻣﻦ
ﺍﺣﺘﺎﺝ ﻣﻨﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﻣﻨﺎﻇﺮﺓ
ﻭﺟﺪﺍﻝ، ﻓﻠﻴﻜﻦ ﺑﺎﻟﻮﺟﻪ
ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺑﺮﻓﻖ ﻭﻟﻴﻦ
ﻭﺣﺴﻦ ﺧﻄﺎﺏ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ:
} ﻭَﻻ ﺗُﺠَﺎﺩِﻟُﻮﺍ
ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺇِﻻ
ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ
ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻻ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ
ﻣِﻨْﻬُﻢْ {
]ﺍﻟﻌﻨﻜﺒﻮﺕ:46 [ . ﻓﺄﻣﺮﻩ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻠﻴﻦ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ، ﻛﻤﺎ
ﺃﻣﺮ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ،
ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺍﻟﺴﻼﻡ، ﺣﻴﻦ
ﺑﻌﺜﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻓﺮﻋﻮﻥ
ﻓﻘﺎﻝ} : ﻓَﻘُﻮﻻ
ﻟَﻪ ﻗَﻮْﻻ ﻟَﻴِّﻨًﺎ
ﻟَﻌَﻠَّﻪُ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ
ﺃَﻭْ ﻳَﺨْﺸَﻰ {
]ﻃﻪ :44 [
ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ
ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ
ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ
ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ
ﺃَﻋْﻠَﻢُ
ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ. ﺃﻱ:
ﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺸﻘﻲ ﻣﻨﻬﻢ
ﻭﺍﻟﺴﻌﻴﺪ، ﻭﻛﺘﺐ ﺫﻟﻚ
ﻋﻨﺪﻩ ﻭﻓﺮﻍ ﻣﻨﻪ، ﻓﺎﺩﻋﻬﻢ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺗﺬﻫﺐ
ﻧﻔﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺿﻞ
ﻣﻨﻬﻢ ﺣﺴﺮﺍﺕ، ﻓﺈﻧﻪ
ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﺇﻧﻤﺎ
ﺃﻧﺖ ﻧﺬﻳﺮ، ﻋﻠﻴﻚ
ﺍﻟﺒﻼﻍ، ﻭﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ
Artinya:
“(Allah, Zat Yang Mahatinggi, berfirman dengan
memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad SAW.,
untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah
dengan hikmah. Ibn Jarir menyatakan, bahwa
maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang
diturunkan kepadanya baik al-Quran, as-Sunnah.
Dan nasihat yang baik, artinya dengan apa saja
yang dikandungnya berupa peringatan (zawâjir)
dan realitas-realitas manusia. Memperingatkan
mereka dengannya supaya mereka waspada
terhadap murka Allah SWT. Debatlah mereka
dengan debat terbaik’ artinya barang siapa di
antara mereka yang berhujah hingga berdebat
dan berbantahan maka lakukanlah hal tersebut
dengan cara yang baik, berteman, lembut, dan
perkataan yang baik. Hal ini seperti firman Allah
SWT. dalam surat al-‘Ankabut (29): 46 (yang
artinya): Janganlah kalian berdebat dengan Ahli
Kitab melainkan dengan cara yang paling baik,
kecuali dengan orang-orang zalim di antara
mereka. Dia memerintahkannya untuk bersikap
lembut seperti halnya Dia memerintahkan hal
tersebut kepada Musa a.s. dan Harun a.s. ketika
keduanya diutus menghadap Fir’aun seperti
disebut dalam surat Thaha (20) ayat 44 (yang
artinya): Katakanlah oleh kalian berdua kepadanya
perkataan lembut semoga dia mendapat
peringatan atau takut. Firman-Nya
“Sesungguhnya Rabb-mu Dialah Maha
Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari jalan-
Nya” artinya Sungguh Dia telah mengetahui
orang yang celaka dan bahagia di antara mereka.
Dan Allah telah menuliskan dan menuntaskan hal
itu disisinya. Oleh karena itu, serulah mereka
kepada Allah, dan janganlah engkau merasa rugi
atas mereka yang sesat, sebab bukanlah
kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan
petunjuk, engkau semata-mata pemberi
peringatan, engkau wajib menyampaikan dan
Kami yang wajib menghisabnya.)”[11]
4. Analisis Tafsir An Nahl ayat 125
a. Makna Hikmah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
hikmah diartikan sebagai kebijaksanaan,
kesaktian dan makna yang dalam.[12] Secara
bahasa al-hikmah berarti ketepatan dalam ucapan
dan amal.[13] Menurut ar-Raghib, al-hikmah
berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan
mengerjakan hal-hal yang baik.[14] Menurut
Mujahid, al-hikmah adalah pemahaman, akal, dan
kebenaran dalam ucapan selain kenabian. At-
Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah
SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan
pandai dalam din dan akal. [15]
Adapun Abdul Aziz bin Baz bin Abdullah
bin Baz berdasarkan penelitiannya
menyimpulkan bahwa hikmah mengandung arti
sebagai berikut:
ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ: ﺍﻷﺩﻟﺔ ﺍﻟﻤﻘﻨﻌﺔ
ﺍﻟﻮﺍﺿﺤﺔ ﺍﻟﻜﺎﺷﻔﺔ ﻟﻠﺤﻖ،
ﻭﺍﻟﺪﺍﺣﻀﺔ ﻟﻠﺒﺎﻃﻞ؛ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ
ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﻔﺴﺮﻳﻦ: ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ:
ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻷﻧﻪ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻤﺔ؛ ﻷﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺒﻴﺎﻥ
ﻭﺍﻹﻳﻀﺎﺡ ﻟﻠﺤﻖ ﺑﺄﻛﻤﻞ ﻭﺟﻪ،
ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: ﻣﻌﻨﺎﻩ: ﺑﺎﻷﺩﻟﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ.
Artinya:
“Dan yang dimaksud dengan hikmah adalah:
petunjuk yang memuaskan, jelas, serta
menemukan (mengungkapkan) kebenaran, dan
membantah kebatilan. Oleh karena itu, telah
berkata sebagian mufassir bahwa makna hikmah
adalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-
Qur’an adalah hikmah yang agung. Karena
sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada keterangan
dan penjelasan tentang kebenaran dengan wajah
yang sempurna (proporsional). Dan telah berkata
sebagian yang lain bahwa makna hikmah adalah
dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan As-
Sunnah.”
Pernyataan Abdul Aziz Bin Baz tersebut
sejalan dengan pendapat sebagian mufasir
terdahulu seperti As-Suyuthi, dan Al-Baghawi,
As-Samarkandy yang mengartikan hikmah
sebagai al-Quran. Dan Ibnu Katsir yang
menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang
diturunkan Allah berupa al-Kitab dan As-Sunnah.
Penafsiran tersebut tampaknya masih
global. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah
secara lebih rinci, yakni sebagai hujjah atau dalil.
Sebagian mensyaratkan hujjah itu harus bersifat
qath‘i (pasti), seperti an-Nawawi al-Jawi. Yang
lainnya, seperti al-Baidhawi, tidak mengharuskan
sifat qath‘i, tetapi menjelaskan karakter dalil itu,
yakni kejelasan yang menghilangkan kesamaran
[19]. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah
sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan
akidah yang meyakinkan[20]. An-Nisaburi
menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i
yang dapat menghasilkan keyakinan[21]. Al-
Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah
dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah al-
muhkamah), yaitu dalil yang menjelaskan
kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (ad-
dalil al-muwadhdhih li al-haq wa alimuzîh li asy-
syubhah)[22]. Al-Asyqar menafsirkan hikmah
dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah
al-muhakkamah ash-shahîhah).
Kesimpulannya, jumhur mufasir
menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil.
Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat
dimengerti, bahwa hujjah yang dimaksud adalah
hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah),
yakni hujjah yang tertuju pada akal. Sebab, para
mufasir seperti al-Baidhawi, al-Alusi, an-Nisaburi,
al-Khazin, dan an-Nawawi al-Jawi mengaitkan
seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya
yang spesifik, yakni golongan yang mempunyai
kemampuan berpikir sempurna.
Al-burhân al-‘aqlî (argumentasi logis)
yang di maksud adalah argumentasi yang
masuk akal, yang tidak dapat dibantah, dan yang
memuaskan. Yang dapat mempengaruhi pikiran
dan perasaan siapa saja. Sebab, manusia tidak
dapat menutupi akalnya di hadapan argumentasi-
argumentasi yang pasti serta pemikiran yang
kuat. Argumentasi logis mampu membongkar
rekayasa kebatilan, menerangi wajah kebenaran,
dan menjadi api yang mampu membakar
kebobrokan sekaligus menjadi cahaya yang dapat
menyinari kebenaran.
Hikmah, memang, kadangkala berarti
menempatkan persoalan pada tempatnya;
kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi.
Dalam ayat ini, tidak mungkin ditafsirkan dengan
makna menempatkan persoalan pada tempatnya.
Makna hikmah dalam ayat ini adalah hujah dan
argumentasi
Dakwah atau pengajaran dengan cara
hikmah, umumnya diberikan oleh seseorang
untuk menjelaskan sesuatu kepada pendengarnya
yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Hanya
saja, ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali
bila akalnya puas dan hatinya tenteram.
2. Makna Mau‘izhah Al-hasanah.
Sebagian mufasir menafsirkan
mau’izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik)
secara global, yaitu nasihat atau peringatan al-
Quran (mau’izhah al-Qur’an). Demikian pendapat
al-Fairuzabadi, as-Suyuthi, dan al-Baghawi.
Namun, as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit
menambahkan, dapat juga maknanya perkataan
yang lembut (al-qawl ar-raqîq).
Merinci tafsiran global tersebut, para
mufasir menjelaskan sifat mau’izhah hasanah
sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati
(perasaan), tanpa meninggalkan karakter nasihat
itu yang tertuju pada akal. Sayyid Quthub
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai nasihat
yang masuk ke dalam hati dengan lembut
(tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq).[23] An-Nisaburi
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai dalil-dalil
yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah), yang
tersusun untuk mewujudkan pembenaran
(tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang
telah diterima.[24] Al-Baidhawi dan Al-Alusi
menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-
seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-
khithâbât al-muqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan
yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâafi‘ah).[25] An-
Nawawi al-Jawi menafsirkannya sebagai tanda-
tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-
zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan.[26]
Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah
dengan targhîb (memberi dorongan untuk
menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan
ancaman/peringatan agar meninggalkan
kemaksiatan).[27]
Dari berbagai tafsir itu, karakter nasihat
yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua:
Pertama, menggunakan ungkapan yang tertuju
pada akal. Ini terbukti dengan ungkapan yang
digunakan para mufasir, seperti an-Nisaburi, al-
Baidhawi, dan al-Alusi, yakni kata dalâ’il (bukti-
bukti), muqaddimah (premis), dan khithâb
(seruan). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi
akal untuk memahami. Kedua, menggunakan
ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan.
Terbukti, para mufasir menyifati dalil itu dengan
aspek kepuasan hati atau keyakinan. An-Nisaburi,
misalnya, mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil
yang menimbulkan kepuasan). Al-Baidhawi dan
al-Alusi menggunakan ungkapan al-khithâbât al-
muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang
memuaskan). Adanya kepuasan dan keyakinan
(iqnâ‘) jelas tidak akan terwujud tanpa proses
pembenaran dan kecondongan hati. Semua ini
jelas berkaitan dengan fungsi hati untuk meyakini
atau puas terhadap sesuatu dalil. Di antara upaya
untuk menyentuh perasaan adalah
menyampaikan targhîb dan tarhîb, sebagaimana
ditunjukkan oleh Al-Khazin.
Al-Quran telah mempraktikkan hal
tersebut, pada saat ia menyeru pemikiran ia pun
mempengaruhi perasaan manusia. Oleh karena
itu di dalam proses pengajaran dan pendidikan
hendaklah mengandung unsur-unsur tersebut.
Adapun mau’izhah al hasanah atau nasihat yang
baik, umumnya dengan cara memberikan berita
gembira dan berita peringatan dari Allah Pencipta
alam. Misalnya firman Allah SWT.dalam Surat Al-
A’raf ayat 179:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺫَﺭَﺃْﻧَﺎ
ﻟِﺠَﻬَﻨَّﻢَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ
ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲِ ﻟَﻬُﻢْ
ﻗُﻠُﻮﺏٌ ﻟَﺎ
ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ
ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻴُﻦٌ ﻟَﺎ
tafsir an nahal ayat 125 by fikri
Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan
hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk. (QS an-Nahl [16]: 125).
Pendapat Para Ahli Tafsir
1. Tafsir al-Jalâlayn
Serulah (manusia, wahai Muhammad) ke jalan
Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan
al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat
atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka
dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti
menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-
ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah).
Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah Yang Mahatahu,
yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari
jalan-Nya, dan Dia Mahatahu atas orang-orang
yang mendapatkan petunjuk. Hal ini terjadi
sebelum ada perintah berperang. Ketika Hamzah
dicincang dan meninggal dunia pada Perang
Uhud turunlah ayat berikutnya.
2. Tafsir al-Quthubi
Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi saw.
diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum
Quraisy. Beliau diperintahkan untuk menyeru
pada agama Allah dengan lembut (talathuf),
layyin, tidak bersikap kasar (mukhâsanah), dan
tidak menggunakan kekerasan (ta’nîf). Demikian
pula kaum Muslim; hingga Hari Kiamat
dinasihatkan dengan hal tersebut. Ayat ini bersifat
muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang
durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang
berkaitan dengan kaum kafir. Ada pula yang
mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir
dapat dilakukan cara tersebut, serta terdapat
harapan mereka untuk beriman tanpa
peperangan, maka ayat tersebut dalam keadaan
demikian bersifat muhkam. Wallâhu a’lam.
3. Tafsir ath-Thabari
Allah Swt. mengingatkan Nabi saw., “Serulah,
wahai Muhammad, orang-orang yang engkau
diutus Rabb-mu kepada mereka dengan seruan
untuk taat ke jalan Rabb-mu, yakni ke jalan yang
telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni
Islam, dengan hikmah (yakni dengan wahyu
Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan
kitab-Nya yang telah Dia wahyukan kepadamu)
dan dengan nasihat yang baik (al-maw‘izhah al-
hasanah, yakni dengan ungkapan indah yang
Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-
Nya dan ingatkan juga mereka dengannya
tentang apa yang diturunkan-Nya sebagaimana
yang banyak tersebar dalam surat ini dan
ingatkan mereka dengan apa yang ditunkan Allah
Swt. tentang berbagai kenikmatan-Nya bagi
mereka), serta debatlah mereka dengan cara baik
(yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang
terbaik), engkau berpaling dari siksaan yang
mereka berikan kepadamu sebagai respon
mereka terhadap apa yang engkau sampaikan.
Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak
menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan
kepadamu.
4. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm
Allah, Zat Yang Mahatinggi, berfirman dengan
memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad saw.,
untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah
dengan hikmah. Ibn Jarir menyatakan, bahwa
maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang
diturunkan kepadanya baik al-Quran, as-Sunnah,
maupun nasihat yang baik; artinya dengan apa
saja yang dikandungnya berupa peringatan
(zawâjir) dan realitas-realitas manusia.
Peringatkanlah mereka dengannya supaya
mereka waspada terhadap murka Allah Swt.
‘Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya
barangsiapa di antara mereka yang berhujah
hingga berdebat dan berbantahan maka
lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik,
berteman, lembut, dan perkataan yang baik. Hal
ini seperti firman Allah Swt. dalam surat
al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah
kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan
dengan cara yang paling baik, kecuali dengan
orang-orang zalim di antara mereka. Dia
memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti
halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada
Musa a.s. dan Harun a.s. ketika keduanya diutus
menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat
Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah
oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut
semoga dia mendapat peringatan atau takut.
Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah
Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari
jalan-Nya” artinya Dia telah mengetahui orang
yang celaka dan bahagia di antara mereka. Oleh
karena itu, serulah mereka kepada Allah, dan
janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang
sesat, sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan
mereka mendapatkan petunjuk; engkau semata-
mata pemberi peringatan, engkau wajib
menyampaikan dan Kami yang wajib
menghisabnya.
Makna Global
Berdasarkan beberapa pendapat di atas,
tampaklah bahwa Allah Swt. menggariskan tiga
cara menyeru manusia pada Islam, yaitu:
hikmah, peringatan/nasihat yang baik, dan debat.
Hikmah adalah al-burhân al-‘aqlî (argumentasi
logis). Maksudnya, argumentasi yang masuk akal,
yang tidak dapat dibantah, dan yang
memuaskan. Cara demikian dapat
mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja.
Sebab, manusia tidak dapat menutupi akalnya di
hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti
serta pemikiran yang kuat. Argumentasi logis
mampu membongkar rekayasa kebatilan,
menerangi wajah kebenaran, dan menjadi api
yang mampu membakar kebobrokan sekaligus
menjadi cahaya yang dapat menyinari
kebenaran. Al- Quran datang dengan hujah-
hujah yang jelas dan argumentasi-argumentasi
yang logis. Hikmah, memang, kadangkala
berarti menempatkan persoalan pada tempatnya;
kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi.
Dalam ayat ini, tidak mungkin ditafsirkan dengan
makna ‘menempatkan persoalan pada
tempatnya’. Makna hikmah dalam ayat ini adalah
hujah dan argumentasi.
Jumhur ulama memaknai hikmah yang dikaitkan
dengan dakwah sebagai perkataan tegas dan
benar yang dapat membedakan yang hak dan
batil, sedangkan hikmah yang disambungkan
dengan al-Quran maksudnya adalah As Sunnah.
Dakwah dengan cara hikmah umumnya
diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan
sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk
mencari kebenaran. Hanya saja, ia tidak dapat
mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan
hatinya tenteram.
Cara mengemban dakwah yang kedua, adalah
maw‘izhah hasanah atau peringatan yang baik.
Itu berarti mempengaruhi perasaan manusia
tatkala akal mereka diseru dan mempengaruhi
pemikiran mereka tatkala perasaannya diseru.
Dengan begitu, pemahaman mereka terhadap
apa yang mereka dakwahkan senantiasa diliputi
oleh semangat untuk melaksanakannya serta
beraktivitas untuk meraihnya. Al-Quran telah
mempraktikkan hal itu. Pada saat ia menyeru
pemikiran, ia pun mempengaruhi perasaan
manusia. Nasihat yang baik umumnya melalui
cara berita gembira dan berita peringatan dari
Allah Pencipta alam. Misalnya firman Allah Swt.:
] ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺫَﺭَﺃْﻧَﺎ ﻟِﺠَﻬَﻨَّﻢَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ﻭَﺍْﻹِﻧﺲِ ﻟَﻬُﻢْ ﻗُﻠُﻮﺏٌ
ﻻَ ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻴُﻦٌ
ﻻَ ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺁﺫَﺍﻥٌ ﻻَ
ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ
ﻛَﺎْﻷَﻧْﻌَﺎﻡِ ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﺿَﻞُّ
ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠُﻮﻥَ [
Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka
Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia.
Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak
dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat
Allah). Mereka mempunyai mata tetapi tidak
dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat
Allah). Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak
dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat
Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang
yang lalai. (QS al-An‘am [6]: 179).
Adapun cara yang ketiga adalah al-jidâl (debat)
dengan cara yang baik, yaitu diskusi terbatas
pada ide. Debat dilakukan dengan menyerang dan
menjatuhkan argumentasi-argumentasi yang
batil, lalu memberikan argumentasi-argumentasi
yang jitu dan benar, berdasarkan kajian hingga
sampai pada suatu kebenaran. Karena itu, seperti
telah disebut, debat mengandung dua sifat, yaitu
merobohkan dan membangun; menjatuhkan dan
menegakkan argumentasi-argumentasi. Di antara
teladan cara debat yang diajarkan al-Quran
adalah:
]ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺣَﺎﺝَّ
ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻓِﻲ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﻥْ ﺁﺗَﺎﻩُ
ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ
ﺭَﺑِّﻲ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺎ
ﺃُﺣْﻴِﻲ ﻭَﺃُﻣِﻴﺖُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ
ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺑِﺎﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻣِﻦْ
ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻓَﺄْﺕِ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ
ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻓَﺒُﻬِﺖَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﻔَﺮَ[
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang
mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah)?
Karena Allah telah memberikan kepada orang itu
pemerintahan (kekuasaan), ketika Ibrahim
mengatakan, “Tuhanku ialah yang menghidupkan
dan mematikan.” Orang itu berkata, “Aku dapat
menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata,
“Allah bisa menerbitkan matahari dari Timur,
maka terbitkanlah dari Barat.” Lalu diam dan
terdiamlah orang kafir itu. (QS al-Baqarah [2]:
257).
Allah Swt. juga berfirman:
] ﻗَﺎﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥُ ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺏُّ
ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ
ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺇِﻥْ
ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻣُﻮﻗِﻨِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻤَﻦْ
ﺣَﻮْﻟَﻪُ ﺃَﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻤِﻌُﻮﻥَ% ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺏُّ ﺀَﺍﺑَﺎﺋِﻜُﻢُ
ﺍْﻷَﻭَّﻟِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ
ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﺭْﺳِﻞَ
ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻤَﺠْﻨُﻮﻥٌ% ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏُّ
ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﻣَﺎ
ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ
ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ% ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺌِﻦِ
ﺍﺗَّﺨَﺬْﺕَ ﺇِﻟَﻬًﺎ
ﻏَﻴْﺮِﻱ َﻚَّﻨَﻠَﻌْﺟَﻷَ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤَﺴْﺠُﻮﻧِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻭَﻟَﻮْ
ﺟِﺌْﺘُﻚَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ% ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄْﺕِ
ﺑِﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ[
Fir’aun bertanya, “Siapa Tuhan alam semesta itu?”
Musa menjawab, “Tuhan Pencipta langit dan
bumi dan apa saja yang ada pada keduanya
(itulah Tuhanmu) jika kamu sekalian (orang-
orang) yang mempercayainya.” Berkata Fir’aun
kepada orang-orang sekelilingnya, “Apakah kamu
tidak mendengarkan?” Musa berkata (pula),
“Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek kamu
terdahulu,” Fir’aun berkata, “Sesungguhnya
rasulmu yang diutus kepada kalian benar-benar
orang gila,” Musa berkata, “Tuhan yang
menguasai Timur dan Barat dan apa yang ada
diantara keduanya (itulah Tuhanmu) jika kamu
mempergunakan akal.” Fir’aun berkata, “Sungguh
jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-
benar aku akan menjadikan kamu salah seorang
yang dipenjarakan.” Musa berkata, “Datangkanlah
sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu
termasuk orang-orang yang benar.” (QS asy-
Syu‘ara [26]: 23-31).
Ayat-ayat tersebut menggambarkan bahwa debat
itu haruslah dalam rangka mengungkapkan
kebenaran sebagai benar dan kebatilan sebagai
batil di hadapan orang yang tetap ‘ngotot’ dengan
kebatilannya dan kuat penentangannya sekalipun
telah jelas kebenaran di antara kebatilan seperti
jelasnya matahari di siang bolong. Caranya
dengan merobohkan argumen batil, menyerang
argumentasi batil, serta menelanjangi kebatilan
tersebut dengan argumentasi benar secara
mengakar dan tepat, lalu dibangunlah kebenaran
atas dasar argumen atau dalil yang tepat tersebut.
Inilah hakikat debat yang dikehendaki Allah Swt.
Penutup: Dakwah Tanpa Kekerasan
Penelusuran terhadap makna surat an-Nahl [16]
ayat 125 di atas memberikan gambaran bahwa
dakwah menyeru manusia ke jalan Islam
ditempuh tanpa kekerasan. Cara yang dilakukan
adalah dengan mengubah pemikiran mereka
melalui penjelasan argumentasi (hikmah),
menunjukan kabar gembira dan peringatan dari
Allah Swt. (maw‘izhah hasanah), atau
menelanjangi kebatilan sekaligus membangun
kebenaran dengan debat (jidâl). n
Categories: Arsip Al-Wa'ie
hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk. (QS an-Nahl [16]: 125).
Pendapat Para Ahli Tafsir
1. Tafsir al-Jalâlayn
Serulah (manusia, wahai Muhammad) ke jalan
Rabb-mu (agama-Nya) dengan hikmah (dengan
al-Quran) dan nasihat yang baik (nasihat-nasihat
atau perkataan yang halus) dan debatlah mereka
dengan debat terbaik (debat yang terbaik seperti
menyeru manusia kepada Allah dengan ayat-
ayat-Nya dan menyeru manusia kepada hujah).
Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah Yang Mahatahu,
yakni Mahatahu tentang siapa yang sesat dari
jalan-Nya, dan Dia Mahatahu atas orang-orang
yang mendapatkan petunjuk. Hal ini terjadi
sebelum ada perintah berperang. Ketika Hamzah
dicincang dan meninggal dunia pada Perang
Uhud turunlah ayat berikutnya.
2. Tafsir al-Quthubi
Ayat ini diturunkan di Makkah saat Nabi saw.
diperintahkan untuk bersikap damai kepada kaum
Quraisy. Beliau diperintahkan untuk menyeru
pada agama Allah dengan lembut (talathuf),
layyin, tidak bersikap kasar (mukhâsanah), dan
tidak menggunakan kekerasan (ta’nîf). Demikian
pula kaum Muslim; hingga Hari Kiamat
dinasihatkan dengan hal tersebut. Ayat ini bersifat
muhkam dalam kaitannya dengan orang-orang
durhaka dan telah di-mansûkh oleh ayat perang
berkaitan dengan kaum kafir. Ada pula yang
mengatakan bahwa bila terhadap orang kafir
dapat dilakukan cara tersebut, serta terdapat
harapan mereka untuk beriman tanpa
peperangan, maka ayat tersebut dalam keadaan
demikian bersifat muhkam. Wallâhu a’lam.
3. Tafsir ath-Thabari
Allah Swt. mengingatkan Nabi saw., “Serulah,
wahai Muhammad, orang-orang yang engkau
diutus Rabb-mu kepada mereka dengan seruan
untuk taat ke jalan Rabb-mu, yakni ke jalan yang
telah Dia syariatkan bagi makhluk-Nya yakni
Islam, dengan hikmah (yakni dengan wahyu
Allah yang telah diwahyukan kepadamu dan
kitab-Nya yang telah Dia wahyukan kepadamu)
dan dengan nasihat yang baik (al-maw‘izhah al-
hasanah, yakni dengan ungkapan indah yang
Allah jadikan hujah atas mereka di dalam kitab-
Nya dan ingatkan juga mereka dengannya
tentang apa yang diturunkan-Nya sebagaimana
yang banyak tersebar dalam surat ini dan
ingatkan mereka dengan apa yang ditunkan Allah
Swt. tentang berbagai kenikmatan-Nya bagi
mereka), serta debatlah mereka dengan cara baik
(yakni bantahlah mereka dengan bantahan yang
terbaik), engkau berpaling dari siksaan yang
mereka berikan kepadamu sebagai respon
mereka terhadap apa yang engkau sampaikan.
Janganlah engkau mendurhakai-Nya dengan tidak
menyampaikan risalah Rabb-mu yang diwajibkan
kepadamu.
4. Tafsir al-Qurân il-‘Azhîm
Allah, Zat Yang Mahatinggi, berfirman dengan
memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad saw.,
untuk menyeru segenap makhluk kepada Allah
dengan hikmah. Ibn Jarir menyatakan, bahwa
maksud dari hal tersebut adalah apa saja yang
diturunkan kepadanya baik al-Quran, as-Sunnah,
maupun nasihat yang baik; artinya dengan apa
saja yang dikandungnya berupa peringatan
(zawâjir) dan realitas-realitas manusia.
Peringatkanlah mereka dengannya supaya
mereka waspada terhadap murka Allah Swt.
‘Debatlah mereka dengan debat terbaik’ artinya
barangsiapa di antara mereka yang berhujah
hingga berdebat dan berbantahan maka
lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik,
berteman, lembut, dan perkataan yang baik. Hal
ini seperti firman Allah Swt. dalam surat
al-‘Ankabut (29): 46 (yang artinya): Janganlah
kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan
dengan cara yang paling baik, kecuali dengan
orang-orang zalim di antara mereka. Dia
memerintahkannya untuk bersikap lembut seperti
halnya Dia memerintahkan hal tersebut kepada
Musa a.s. dan Harun a.s. ketika keduanya diutus
menghadap Fir’aun seperti disebut dalam surat
Thaha (20) ayat 44 (yang artinya): Katakanlah
oleh kalian berdua kepadanya perkataan lembut
semoga dia mendapat peringatan atau takut.
Firman-Nya “Sesungguhnya Rabb-mu Dialah
Maha Mengetahui terhadap siapa yang sesat dari
jalan-Nya” artinya Dia telah mengetahui orang
yang celaka dan bahagia di antara mereka. Oleh
karena itu, serulah mereka kepada Allah, dan
janganlah engkau merasa rugi atas mereka yang
sesat, sebab bukanlah kewajibanmu menjadikan
mereka mendapatkan petunjuk; engkau semata-
mata pemberi peringatan, engkau wajib
menyampaikan dan Kami yang wajib
menghisabnya.
Makna Global
Berdasarkan beberapa pendapat di atas,
tampaklah bahwa Allah Swt. menggariskan tiga
cara menyeru manusia pada Islam, yaitu:
hikmah, peringatan/nasihat yang baik, dan debat.
Hikmah adalah al-burhân al-‘aqlî (argumentasi
logis). Maksudnya, argumentasi yang masuk akal,
yang tidak dapat dibantah, dan yang
memuaskan. Cara demikian dapat
mempengaruhi pikiran dan perasaan siapa saja.
Sebab, manusia tidak dapat menutupi akalnya di
hadapan argumentasi-argumentasi yang pasti
serta pemikiran yang kuat. Argumentasi logis
mampu membongkar rekayasa kebatilan,
menerangi wajah kebenaran, dan menjadi api
yang mampu membakar kebobrokan sekaligus
menjadi cahaya yang dapat menyinari
kebenaran. Al- Quran datang dengan hujah-
hujah yang jelas dan argumentasi-argumentasi
yang logis. Hikmah, memang, kadangkala
berarti menempatkan persoalan pada tempatnya;
kadangkala juga berarti hujjah atau argumentasi.
Dalam ayat ini, tidak mungkin ditafsirkan dengan
makna ‘menempatkan persoalan pada
tempatnya’. Makna hikmah dalam ayat ini adalah
hujah dan argumentasi.
Jumhur ulama memaknai hikmah yang dikaitkan
dengan dakwah sebagai perkataan tegas dan
benar yang dapat membedakan yang hak dan
batil, sedangkan hikmah yang disambungkan
dengan al-Quran maksudnya adalah As Sunnah.
Dakwah dengan cara hikmah umumnya
diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan
sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk
mencari kebenaran. Hanya saja, ia tidak dapat
mengikuti kebenaran kecuali bila akalnya puas dan
hatinya tenteram.
Cara mengemban dakwah yang kedua, adalah
maw‘izhah hasanah atau peringatan yang baik.
Itu berarti mempengaruhi perasaan manusia
tatkala akal mereka diseru dan mempengaruhi
pemikiran mereka tatkala perasaannya diseru.
Dengan begitu, pemahaman mereka terhadap
apa yang mereka dakwahkan senantiasa diliputi
oleh semangat untuk melaksanakannya serta
beraktivitas untuk meraihnya. Al-Quran telah
mempraktikkan hal itu. Pada saat ia menyeru
pemikiran, ia pun mempengaruhi perasaan
manusia. Nasihat yang baik umumnya melalui
cara berita gembira dan berita peringatan dari
Allah Pencipta alam. Misalnya firman Allah Swt.:
] ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺫَﺭَﺃْﻧَﺎ ﻟِﺠَﻬَﻨَّﻢَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ﻭَﺍْﻹِﻧﺲِ ﻟَﻬُﻢْ ﻗُﻠُﻮﺏٌ
ﻻَ ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻴُﻦٌ
ﻻَ ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺁﺫَﺍﻥٌ ﻻَ
ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ
ﻛَﺎْﻷَﻧْﻌَﺎﻡِ ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﺿَﻞُّ
ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠُﻮﻥَ [
Sesungguhnya Kami telah menjadikan isi neraka
Jahanam itu kebanyakan dari jin dan manusia.
Mereka mempunyai pikiran tetapi tidak
dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat
Allah). Mereka mempunyai mata tetapi tidak
dipergunakan untuk memperhatikan (ayat-ayat
Allah). Mereka juga mempunyai telinga tetapi tidak
dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat
Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang
yang lalai. (QS al-An‘am [6]: 179).
Adapun cara yang ketiga adalah al-jidâl (debat)
dengan cara yang baik, yaitu diskusi terbatas
pada ide. Debat dilakukan dengan menyerang dan
menjatuhkan argumentasi-argumentasi yang
batil, lalu memberikan argumentasi-argumentasi
yang jitu dan benar, berdasarkan kajian hingga
sampai pada suatu kebenaran. Karena itu, seperti
telah disebut, debat mengandung dua sifat, yaitu
merobohkan dan membangun; menjatuhkan dan
menegakkan argumentasi-argumentasi. Di antara
teladan cara debat yang diajarkan al-Quran
adalah:
]ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺣَﺎﺝَّ
ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻓِﻲ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﻥْ ﺁﺗَﺎﻩُ
ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ
ﺭَﺑِّﻲ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺎ
ﺃُﺣْﻴِﻲ ﻭَﺃُﻣِﻴﺖُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ
ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺑِﺎﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻣِﻦْ
ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻓَﺄْﺕِ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ
ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻓَﺒُﻬِﺖَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﻔَﺮَ[
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang
mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah)?
Karena Allah telah memberikan kepada orang itu
pemerintahan (kekuasaan), ketika Ibrahim
mengatakan, “Tuhanku ialah yang menghidupkan
dan mematikan.” Orang itu berkata, “Aku dapat
menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata,
“Allah bisa menerbitkan matahari dari Timur,
maka terbitkanlah dari Barat.” Lalu diam dan
terdiamlah orang kafir itu. (QS al-Baqarah [2]:
257).
Allah Swt. juga berfirman:
] ﻗَﺎﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥُ ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺏُّ
ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ
ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺇِﻥْ
ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻣُﻮﻗِﻨِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻤَﻦْ
ﺣَﻮْﻟَﻪُ ﺃَﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻤِﻌُﻮﻥَ% ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺏُّ ﺀَﺍﺑَﺎﺋِﻜُﻢُ
ﺍْﻷَﻭَّﻟِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ
ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﺭْﺳِﻞَ
ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻤَﺠْﻨُﻮﻥٌ% ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏُّ
ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﻣَﺎ
ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ
ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ% ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺌِﻦِ
ﺍﺗَّﺨَﺬْﺕَ ﺇِﻟَﻬًﺎ
ﻏَﻴْﺮِﻱ َﻚَّﻨَﻠَﻌْﺟَﻷَ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤَﺴْﺠُﻮﻧِﻴﻦَ% ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻭَﻟَﻮْ
ﺟِﺌْﺘُﻚَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ% ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄْﺕِ
ﺑِﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ[
Fir’aun bertanya, “Siapa Tuhan alam semesta itu?”
Musa menjawab, “Tuhan Pencipta langit dan
bumi dan apa saja yang ada pada keduanya
(itulah Tuhanmu) jika kamu sekalian (orang-
orang) yang mempercayainya.” Berkata Fir’aun
kepada orang-orang sekelilingnya, “Apakah kamu
tidak mendengarkan?” Musa berkata (pula),
“Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek kamu
terdahulu,” Fir’aun berkata, “Sesungguhnya
rasulmu yang diutus kepada kalian benar-benar
orang gila,” Musa berkata, “Tuhan yang
menguasai Timur dan Barat dan apa yang ada
diantara keduanya (itulah Tuhanmu) jika kamu
mempergunakan akal.” Fir’aun berkata, “Sungguh
jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-
benar aku akan menjadikan kamu salah seorang
yang dipenjarakan.” Musa berkata, “Datangkanlah
sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu
termasuk orang-orang yang benar.” (QS asy-
Syu‘ara [26]: 23-31).
Ayat-ayat tersebut menggambarkan bahwa debat
itu haruslah dalam rangka mengungkapkan
kebenaran sebagai benar dan kebatilan sebagai
batil di hadapan orang yang tetap ‘ngotot’ dengan
kebatilannya dan kuat penentangannya sekalipun
telah jelas kebenaran di antara kebatilan seperti
jelasnya matahari di siang bolong. Caranya
dengan merobohkan argumen batil, menyerang
argumentasi batil, serta menelanjangi kebatilan
tersebut dengan argumentasi benar secara
mengakar dan tepat, lalu dibangunlah kebenaran
atas dasar argumen atau dalil yang tepat tersebut.
Inilah hakikat debat yang dikehendaki Allah Swt.
Penutup: Dakwah Tanpa Kekerasan
Penelusuran terhadap makna surat an-Nahl [16]
ayat 125 di atas memberikan gambaran bahwa
dakwah menyeru manusia ke jalan Islam
ditempuh tanpa kekerasan. Cara yang dilakukan
adalah dengan mengubah pemikiran mereka
melalui penjelasan argumentasi (hikmah),
menunjukan kabar gembira dan peringatan dari
Allah Swt. (maw‘izhah hasanah), atau
menelanjangi kebatilan sekaligus membangun
kebenaran dengan debat (jidâl). n
Categories: Arsip Al-Wa'ie
Jumat, 01 Juli 2011
Kamis, 30 Juni 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Peringkat kelas xi ipa 2 man2kdg thn ajaran 2010\2011
Assalamualaikum wr wb
ehm.. Langsung aja sobat ...babah ) brang hj ah boanx ae ... Oke inilah muha muha ipa 2
rangking 1 ; NURUL R
rangking 2 ; PUTI B S
rangking 3 ; FIKRIADI
rangking 4 ; M.INDRA S
rangking 5 ; SRI RAIHANA
rangking 6 ; NORMIATI
rangking 7 ; NORBAITI R
rangking 8 ; M.FADIL R
rangking 9 ; NAZRATUL U
rangking 10 ; KASPIAH
rangking 11 ; NURUL A
rangking 12 ; M.SUHAIMI
rangking 13 ; MIFTAHUL J
rangking 14 ; IIS PURWANTI
rangking 15 ; A.ZAINI J H
rangking 16 ; NOOR HAYATI
rangking 17 ; IKHWAN N
rangking 18 ; DONI P H
rangking 19 ; AHMAD ZAINI
rangking 20 ; MELY A P
rangking 21 ; LISA A
rangking 22 ; NORHAIDA L S
rangking 23 ; ADKHILNI M
rangking 24 ; DEWI IRIANA
rangking 25 ; AGUSTINA A L
tote boanx ae kada lepas jua dr jasa b2H Kt tercinta (ARPANI .Sag.Mpd)
by dre ng ranking 2 toh ,tho ae kalo, and dre penulis brela an hj kite kalo ae pina tahutang 2 nv kc blum b tahur
ehm.. Langsung aja sobat ...babah ) brang hj ah boanx ae ... Oke inilah muha muha ipa 2
rangking 1 ; NURUL R
rangking 2 ; PUTI B S
rangking 3 ; FIKRIADI
rangking 4 ; M.INDRA S
rangking 5 ; SRI RAIHANA
rangking 6 ; NORMIATI
rangking 7 ; NORBAITI R
rangking 8 ; M.FADIL R
rangking 9 ; NAZRATUL U
rangking 10 ; KASPIAH
rangking 11 ; NURUL A
rangking 12 ; M.SUHAIMI
rangking 13 ; MIFTAHUL J
rangking 14 ; IIS PURWANTI
rangking 15 ; A.ZAINI J H
rangking 16 ; NOOR HAYATI
rangking 17 ; IKHWAN N
rangking 18 ; DONI P H
rangking 19 ; AHMAD ZAINI
rangking 20 ; MELY A P
rangking 21 ; LISA A
rangking 22 ; NORHAIDA L S
rangking 23 ; ADKHILNI M
rangking 24 ; DEWI IRIANA
rangking 25 ; AGUSTINA A L
tote boanx ae kada lepas jua dr jasa b2H Kt tercinta (ARPANI .Sag.Mpd)
by dre ng ranking 2 toh ,tho ae kalo, and dre penulis brela an hj kite kalo ae pina tahutang 2 nv kc blum b tahur
Peringkat kelas xi ipa 2 man2kdg thn ajaran 2010\2011
Assalamualaikum wr wb
ehm.. Langsung aja sobat ...babah ) brang hj ah boanx ae ... Oke inilah muha muha ipa 2
rangking 1 ; NURUL R
rangking 2 ; PUTI B S
rangking 3 ; FIKRIADI
rangking 4 ; M.INDRA S
rangking 5 ; SRI RAIHANA
rangking 6 ; NORMIATI
rangking 7 ; NORBAITI R
rangking 8 ; M.FADIL R
rangking 9 ; NAZRATUL U
rangking 10 ; KASPIAH
rangking 11 ; NURUL A
rangking 12 ; M.SUHAIMI
rangking 13 ; MIFTAHUL J
rangking 14 ; IIS PURWANTI
rangking 15 ; A.ZAINI J H
rangking 16 ; NOOR HAYATI
rangking 17 ; IKHWAN N
rangking 18 ; DONI P H
rangking 19 ; AHMAD ZAINI
rangking 20 ; MELY A P
rangking 21 ; LISA A
rangking 22 ; NORHAIDA L S
rangking 23 ; ADKHILNI M
rangking 24 ; DEWI IRIANA
rangking 25 ; AGUSTINA A L
tote boanx ae kada lepas jua dr jasa b2H Kt tercinta (ARPANI .Sag.Mpd)by dre ng ranking 2 toh
ehm.. Langsung aja sobat ...babah ) brang hj ah boanx ae ... Oke inilah muha muha ipa 2
rangking 1 ; NURUL R
rangking 2 ; PUTI B S
rangking 3 ; FIKRIADI
rangking 4 ; M.INDRA S
rangking 5 ; SRI RAIHANA
rangking 6 ; NORMIATI
rangking 7 ; NORBAITI R
rangking 8 ; M.FADIL R
rangking 9 ; NAZRATUL U
rangking 10 ; KASPIAH
rangking 11 ; NURUL A
rangking 12 ; M.SUHAIMI
rangking 13 ; MIFTAHUL J
rangking 14 ; IIS PURWANTI
rangking 15 ; A.ZAINI J H
rangking 16 ; NOOR HAYATI
rangking 17 ; IKHWAN N
rangking 18 ; DONI P H
rangking 19 ; AHMAD ZAINI
rangking 20 ; MELY A P
rangking 21 ; LISA A
rangking 22 ; NORHAIDA L S
rangking 23 ; ADKHILNI M
rangking 24 ; DEWI IRIANA
rangking 25 ; AGUSTINA A L
tote boanx ae kada lepas jua dr jasa b2H Kt tercinta (ARPANI .Sag.Mpd)by dre ng ranking 2 toh
Kamis, 23 Juni 2011
biodata mawardi
mawardi adalah orang hamparaya laher d k lean punya saudara 4 ekor pemain golf d pahumaan ix te orang x te pina wala ..
Jumat, 27 Mei 2011
koloid by fikri
A.KOLOID
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran
yang keadaannya terletak antara larutan dan
suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini
mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari
sifat larutan atau suspensi.
Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena
semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat
dibuat dalam keadaan koloid.
Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup
dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh,
seperti darah adalah sistem koloid, bahan
makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah
sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan
kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem
koloid.
Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi
kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya
lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya
dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri
kita.
Koloid adalah suatu sistem campuran
“metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan
memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda
dengan larutan; larutan bersifat stabil.
Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat
sebagai berikut :
- Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam
larutan koloid
- Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam
larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersi maupun fase pendispersi
suatu koloid dibagi sebagai berikut :
Fase Terdispersi Pendispersi Nama koloid Contoh
Gas Gas Bukan koloid, karena gas bercampur secara
homogen
Gas Cair Busa Buih, sabun, ombak, krim
kocok
Gas Padat Busa padat Batu apung, kasur busa
Cair Gas Aerosol cair Obat semprot, kabut, hair spray
di udara
Cair Cair Emulsi Air santan, air susu, mayones
Cair Padat Gel Mentega, agar-agar
Padat Gas Aerosol padat Debu, gas knalpot, asap
Padat Cair Sol Cat, tinta
Padat Padat Sol Padat Tanah, kaca, lumpur
B. Sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh
larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar
dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid
dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan.
Contoh: sinar matahari yang dihamburkan partikel koloid di
angkasa, hingga langit berwarna biru pada siang
hari dan jingga pada sore hari ; debu dalam
ruangan akan terlihat jika ada sinar masuk melalui
celah.
b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak partikel koloid
dalam medium pendispersi secara terus
menerus, karena adanya tumbukan antara
partikel zat terdispersi dan zat pendispersi. Karena
gerak aktif yang terus menerus ini, partikel koloid
tidak memisah jika didiamkan.
c. Adsorbsi Koloid
Adsorbsi Koloid adalah penyerapan zat atau
ion pada permukaan koloid. Sifat adsorbsi
digunakan dalam proses:
1. Pemutihan gula tebu.
2. Norit.
3. Penjernihan air.
Contoh: koloid antara obat diare dan cairan dalam usus yang akan
menyerap kuman penyebab diare.
Koloid Fe(OH)3 akan mengadsorbsi ion H+ sehingga menjadi
bermuatan +. Adanya muatan senama maka
koloid Fe(OH), akan tolak-menolak sesamanya
sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling
menggerombol.
Koloid As2S3 akan mengadsorbsi ion OH- dalam larutan sehingga
akan bermuatan - dan tolak-menolak dengan
sesamanya, maka koloid As2S3 tidak akan
menggerombol.
d. Muatan Koloid dan Elektroforesis
Muatan Koloid ditentukan oleh muatan ion
yang terserap permukaan koloid. Elektroforesis
adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh
medan listrik.
Karena partikel koloid mempunyai muatan
maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke
dalam koloid dimasukkan arus searah melalui
elektroda, maka koloid bermuatan positif akan
bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai
di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan
dan koloid akan menggumpal (koagulasi).
Contoh: cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang
bermuatan listrik dengan tujuan untuk
menggumpalkan debunya.
e. Koagulasi Koloid
Koagulasi koloid adalah penggumpalan
koloid karena elektrolit yang muatannya
berlawanan.
Contoh: kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas sehingga air
menjadi jernih.
Faktor-faktor yang menyebabkan
koagulasi:
§ Perubahan suhu.
§ Pengadukan.
§ Penambahan ion dengan muatan besar (contoh: tawas).
§ Pencampuran koloid positif dan koloid negatif.
Koloid akan mengalami koagulasi
dengan cara:
1. Mekanik
Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan,
pendinginan atau pengadukan cepat.
2. Kimia
Dengan penambahan elektrolit (asam, basa, atau
garam).
Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal
lumpur + tawas —> menggumpal
Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan
muatan yang berlawanan.
Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan
menggumpal jika dicampur As2S3 yang
bermuatan negatif.
f. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
- Koloid Liofil
Koloid Liofil adalah koloid yang mengadsorbsi
cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling
koloid.
Contoh: agar-agar.
- Koloid Liofob
Koloid Liofob adalah kolid yang tidak
mengadsorbsi cairan. Agar muatan koloid stabil,
cairan pendispersi harus bebas dari elektrolit
dengan cara dialisis, yakni pemurnian medium
pendispersi dari elektrolit.
g. Emulasi
Emulasi adalah kolid cairan dalam medium
cair. Agar larutan kolid stabil, ke dalam koloid
biasanya ditambahkan emulsifier, yaitu zat
penyetabil agar koloid stabil.
Contoh: susu merupakan emulsi lemak di dalam air dengan
kasein sebagai emulsifier.
h. Kestabilan Koloid
a. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam
bentuk koloid untuk penggunaannya.
Contoh: es krim, tinta, cat.
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran
yang keadaannya terletak antara larutan dan
suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini
mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari
sifat larutan atau suspensi.
Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena
semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat
dibuat dalam keadaan koloid.
Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup
dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh,
seperti darah adalah sistem koloid, bahan
makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah
sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan
kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem
koloid.
Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi
kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya
lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya
dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri
kita.
Koloid adalah suatu sistem campuran
“metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan
memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda
dengan larutan; larutan bersifat stabil.
Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat
sebagai berikut :
- Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam
larutan koloid
- Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam
larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersi maupun fase pendispersi
suatu koloid dibagi sebagai berikut :
Fase Terdispersi Pendispersi Nama koloid Contoh
Gas Gas Bukan koloid, karena gas bercampur secara
homogen
Gas Cair Busa Buih, sabun, ombak, krim
kocok
Gas Padat Busa padat Batu apung, kasur busa
Cair Gas Aerosol cair Obat semprot, kabut, hair spray
di udara
Cair Cair Emulsi Air santan, air susu, mayones
Cair Padat Gel Mentega, agar-agar
Padat Gas Aerosol padat Debu, gas knalpot, asap
Padat Cair Sol Cat, tinta
Padat Padat Sol Padat Tanah, kaca, lumpur
B. Sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh
larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar
dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid
dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan.
Contoh: sinar matahari yang dihamburkan partikel koloid di
angkasa, hingga langit berwarna biru pada siang
hari dan jingga pada sore hari ; debu dalam
ruangan akan terlihat jika ada sinar masuk melalui
celah.
b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak partikel koloid
dalam medium pendispersi secara terus
menerus, karena adanya tumbukan antara
partikel zat terdispersi dan zat pendispersi. Karena
gerak aktif yang terus menerus ini, partikel koloid
tidak memisah jika didiamkan.
c. Adsorbsi Koloid
Adsorbsi Koloid adalah penyerapan zat atau
ion pada permukaan koloid. Sifat adsorbsi
digunakan dalam proses:
1. Pemutihan gula tebu.
2. Norit.
3. Penjernihan air.
Contoh: koloid antara obat diare dan cairan dalam usus yang akan
menyerap kuman penyebab diare.
Koloid Fe(OH)3 akan mengadsorbsi ion H+ sehingga menjadi
bermuatan +. Adanya muatan senama maka
koloid Fe(OH), akan tolak-menolak sesamanya
sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling
menggerombol.
Koloid As2S3 akan mengadsorbsi ion OH- dalam larutan sehingga
akan bermuatan - dan tolak-menolak dengan
sesamanya, maka koloid As2S3 tidak akan
menggerombol.
d. Muatan Koloid dan Elektroforesis
Muatan Koloid ditentukan oleh muatan ion
yang terserap permukaan koloid. Elektroforesis
adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh
medan listrik.
Karena partikel koloid mempunyai muatan
maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke
dalam koloid dimasukkan arus searah melalui
elektroda, maka koloid bermuatan positif akan
bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai
di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan
dan koloid akan menggumpal (koagulasi).
Contoh: cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang
bermuatan listrik dengan tujuan untuk
menggumpalkan debunya.
e. Koagulasi Koloid
Koagulasi koloid adalah penggumpalan
koloid karena elektrolit yang muatannya
berlawanan.
Contoh: kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas sehingga air
menjadi jernih.
Faktor-faktor yang menyebabkan
koagulasi:
§ Perubahan suhu.
§ Pengadukan.
§ Penambahan ion dengan muatan besar (contoh: tawas).
§ Pencampuran koloid positif dan koloid negatif.
Koloid akan mengalami koagulasi
dengan cara:
1. Mekanik
Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan,
pendinginan atau pengadukan cepat.
2. Kimia
Dengan penambahan elektrolit (asam, basa, atau
garam).
Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal
lumpur + tawas —> menggumpal
Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan
muatan yang berlawanan.
Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan
menggumpal jika dicampur As2S3 yang
bermuatan negatif.
f. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
- Koloid Liofil
Koloid Liofil adalah koloid yang mengadsorbsi
cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling
koloid.
Contoh: agar-agar.
- Koloid Liofob
Koloid Liofob adalah kolid yang tidak
mengadsorbsi cairan. Agar muatan koloid stabil,
cairan pendispersi harus bebas dari elektrolit
dengan cara dialisis, yakni pemurnian medium
pendispersi dari elektrolit.
g. Emulasi
Emulasi adalah kolid cairan dalam medium
cair. Agar larutan kolid stabil, ke dalam koloid
biasanya ditambahkan emulsifier, yaitu zat
penyetabil agar koloid stabil.
Contoh: susu merupakan emulsi lemak di dalam air dengan
kasein sebagai emulsifier.
h. Kestabilan Koloid
a. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam
bentuk koloid untuk penggunaannya.
Contoh: es krim, tinta, cat.
Jumat, 20 Mei 2011
doni putra hardianto
doni adalah orang sirih kec kalompang inybnjjmhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhffffffffffffffffffffffjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjffffffhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhsrrrrtttffvvcuruuuuuuuuuuuuut
Senin, 16 Mei 2011
man2 kdg high school by fikri
MAN 2 Kandangan adalah sekolah berbasis
keislaman yang masih menjunjung tinggi nilai-
nilai keislaman. Ilmu, amal shaleh dan akhlak
mulia sangat ditekankan dan diutamakan. Dapat
diumpamakan untuk memasuki keluarga besar ini
diperlukan modal, namun yang patut untuk
digaris bawahi, modal disini adalah bukanlah
modal materi. Namun modal kesungguh-
sungguhan dan keikhlasan untuk menuntut ilmu
dan menempa diri sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki oleh tiap individu. Ada pepatah arab
yang mengatakan“man jadda wa jada” yang
artinya kurang lebih seperti ini “barang siapa yang
bersungguh-sunguh pasti akan sukses”.
Kembali ke pokok awal, dalam perjalannya. MAN
2 Kandangan (singk. MANDAKA) mengalami badai
dan gelombang yang sedikit banyak
mempengaruhi keseimbangan. Namun, semua
itu dapat diatasi dengan perjuangan tingkat tinggi
dan pantang menyerah. Semangat untuk belajar
dan berlatih harus terus-menerus digalakkan.
(buat teman-teman yang berprestasi, salam cinta
buat kalian semua).
untuk menopang kegiatan sekolah, maka
diperlukan sebuah wadah untuk menjalankannya.
Dalam hal ini OSIS MAN 2 KANDANGAN
membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada
kalian untuk maju dan sukses. Raih kesempatan
itu dengan bergabung dengan kita.
Kemumu didalam semak,
Jatuh melayang selaranya,
Biar ilmu setinggi tegak,
Tidak sembahyang apa gunanya.
Tegak rumah karena sendi,
Runtuh sendi, rumah binasa,
Tegak bangsa, karena budi,
Runtuh budi, runtuhlah bangsa.
Naik sepeda jangan diputar,
Kalau diputar rusak rodanya,
Jadi anak haruslah pintar,
Kalau pintar mahal harganya.
keislaman yang masih menjunjung tinggi nilai-
nilai keislaman. Ilmu, amal shaleh dan akhlak
mulia sangat ditekankan dan diutamakan. Dapat
diumpamakan untuk memasuki keluarga besar ini
diperlukan modal, namun yang patut untuk
digaris bawahi, modal disini adalah bukanlah
modal materi. Namun modal kesungguh-
sungguhan dan keikhlasan untuk menuntut ilmu
dan menempa diri sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki oleh tiap individu. Ada pepatah arab
yang mengatakan“man jadda wa jada” yang
artinya kurang lebih seperti ini “barang siapa yang
bersungguh-sunguh pasti akan sukses”.
Kembali ke pokok awal, dalam perjalannya. MAN
2 Kandangan (singk. MANDAKA) mengalami badai
dan gelombang yang sedikit banyak
mempengaruhi keseimbangan. Namun, semua
itu dapat diatasi dengan perjuangan tingkat tinggi
dan pantang menyerah. Semangat untuk belajar
dan berlatih harus terus-menerus digalakkan.
(buat teman-teman yang berprestasi, salam cinta
buat kalian semua).
untuk menopang kegiatan sekolah, maka
diperlukan sebuah wadah untuk menjalankannya.
Dalam hal ini OSIS MAN 2 KANDANGAN
membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada
kalian untuk maju dan sukses. Raih kesempatan
itu dengan bergabung dengan kita.
Kemumu didalam semak,
Jatuh melayang selaranya,
Biar ilmu setinggi tegak,
Tidak sembahyang apa gunanya.
Tegak rumah karena sendi,
Runtuh sendi, rumah binasa,
Tegak bangsa, karena budi,
Runtuh budi, runtuhlah bangsa.
Naik sepeda jangan diputar,
Kalau diputar rusak rodanya,
Jadi anak haruslah pintar,
Kalau pintar mahal harganya.
pengertian WLAN by fikri
Wireless Local Areal Network
(WLAN)
Wireless Local Areal Network (WLAN)
WLAN adalah suatu Local Area Network yang
menggunakan gelombang elektromagnetik
sebagai media penyaluran data pengganti kabel.
Biasanya WLAN ini dipakai di suatu daerah atau
lokasi di mana pemakainya selalu dalam keadaan
bergerak, atau di lokasi tersebut tidak terdapat
jaringan kabel untuk penyaluran data. WLAN ini
biasanya menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang
disebut juga dengan ISM (Industrial, Scientific,
Medical) Band, di mana oleh FCC (Federal
Communication Commission) memang
dialokasikan untuk “berbagai keperluan Industri,
Sains, dan Media”, jadi siapa pun dapat
menggunakan frekuensi ini dengan bebas (asal
tidak menggunakan pemancar berdaya tinggi).
Anatomi dari WLAN sendiri biasanya digunakan
sebagai hubungan dari satu point ke point yang
lain, tetapi dengan perkembangan teknologi,
WLAN ini dapat digunakan untuk hubungan dari
point ke multipoint begitu pula sebaliknya. Ada
dua macam cara penyaluran data melalui WLAN
ini, yaitu :
1.Direct Sequence,
2.Frequncy Hoping.
Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan
masing-masing, dengan Direct Sequence, sinyal
yang didapat besar, tetapi menyebabkan makin
besar pula kemungkinan terjadinya interferensi,
sedangkan pada Frequency Hopping, bisa
dikatakan interferensinya hampir nol, tetapi sinyal
yang di dapat pun berkurang.
2.2 Sejarah dan Standar WLAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil
percobaan mereka dalam merancang WLAN
dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti
Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF.
Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data
rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar
IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka
produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun
1985, Federal Communication Commission (FCC)
menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical
(ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz
dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi,
sehingga pengembangan WLAN secara komersial
memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun
1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk
yang menggunakan teknik spread spectrum (SS)
pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan
teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Dengan adanya berbagai merek perangkat keras
dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di
mana perangkat-perangkat yang berbeda merek
dapat difungsikan pada perangkat merek lain.
Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11,
WINForum dan HIPERLAN.
Wireless Information Network Forum
(WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan
bertujuan untuk mencapai pita Personal
Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi
untuk aplikasi data dan suara dan
mengembangkan spectrum etiquette (spektrum
yang menawarkan peraturan-peraturan yang
sangat minim dan akses yang adil). High
Performance Radio Local Area Network
(HIPERLAN) dilahirkan oleh European
Telekommunications Standards Institute (ETSI)
yang memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz
dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh
Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE)
dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan
teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct
Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH),
standar ini adalah yang paling banyak dipakai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN
adalah :
1.Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan
harga murah.
2. Metode akses yaitu metode membagi kanal
kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan
tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor
penting pada keterbatasan data rate dan memiliki
teknik tersendiri, di mana bila teknik yang
berhubungan dengan media transmisi (seperti
teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi
dan lain-lain) dapat diperhitungkan dengan baik
maka akan dihasilkan sistem WLAN yang
tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan
dalam menghubungkan semua terminal.
2.3 Lapisan fisik
WLAN menggunakan standar protokol Open
System Interconnection (OSI). OSI memiliki tujuh
lapisan di mana lapisan pertama adalah lapisan
fisik. Lapisan pertama ini mengatur segala hal
yang berhubungan dengan media transmisi
termasuk di dalamnya spesifikasi besarnya
frekuensi, redaman, besarnya tegangan dan
daya, interface, media penghubung antar-
terminal dll. Media transmisi data yang digunakan
oleh WLAN adalah IR atau RF.
2.3.1 Infrared (IR)
Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak
dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah
remote control (untuk televisi). Gelombang IR
mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat
directional, tidak dapat menembus tembok atau
benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan
dapat diinterferensi oleh cahaya matahari.
Pengirim dan penerima IR menggunakan Light
Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode
(PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media
transmisi karena IR dapat menawarkan data rate
tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan
harganya murah.
2.3.2 Radio Frequency (RF)
Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh
penggunaannya adalah pada stasiun radio,
stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi
oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga
harus dipertimbangkan cara memanfaatkan
spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF
sebagai media transmisi karena jangkauannya
jauh, dapat menembus tembok, mendukung
teknik handoff, mendukung mobilitas yang tinggi,
meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan
dapat digunakan di luar ruangan. WLAN, di sini,
(WLAN)
Wireless Local Areal Network (WLAN)
WLAN adalah suatu Local Area Network yang
menggunakan gelombang elektromagnetik
sebagai media penyaluran data pengganti kabel.
Biasanya WLAN ini dipakai di suatu daerah atau
lokasi di mana pemakainya selalu dalam keadaan
bergerak, atau di lokasi tersebut tidak terdapat
jaringan kabel untuk penyaluran data. WLAN ini
biasanya menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang
disebut juga dengan ISM (Industrial, Scientific,
Medical) Band, di mana oleh FCC (Federal
Communication Commission) memang
dialokasikan untuk “berbagai keperluan Industri,
Sains, dan Media”, jadi siapa pun dapat
menggunakan frekuensi ini dengan bebas (asal
tidak menggunakan pemancar berdaya tinggi).
Anatomi dari WLAN sendiri biasanya digunakan
sebagai hubungan dari satu point ke point yang
lain, tetapi dengan perkembangan teknologi,
WLAN ini dapat digunakan untuk hubungan dari
point ke multipoint begitu pula sebaliknya. Ada
dua macam cara penyaluran data melalui WLAN
ini, yaitu :
1.Direct Sequence,
2.Frequncy Hoping.
Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan
masing-masing, dengan Direct Sequence, sinyal
yang didapat besar, tetapi menyebabkan makin
besar pula kemungkinan terjadinya interferensi,
sedangkan pada Frequency Hopping, bisa
dikatakan interferensinya hampir nol, tetapi sinyal
yang di dapat pun berkurang.
2.2 Sejarah dan Standar WLAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil
percobaan mereka dalam merancang WLAN
dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti
Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF.
Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data
rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar
IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka
produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun
1985, Federal Communication Commission (FCC)
menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical
(ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz
dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi,
sehingga pengembangan WLAN secara komersial
memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun
1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk
yang menggunakan teknik spread spectrum (SS)
pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan
teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Dengan adanya berbagai merek perangkat keras
dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di
mana perangkat-perangkat yang berbeda merek
dapat difungsikan pada perangkat merek lain.
Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11,
WINForum dan HIPERLAN.
Wireless Information Network Forum
(WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan
bertujuan untuk mencapai pita Personal
Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi
untuk aplikasi data dan suara dan
mengembangkan spectrum etiquette (spektrum
yang menawarkan peraturan-peraturan yang
sangat minim dan akses yang adil). High
Performance Radio Local Area Network
(HIPERLAN) dilahirkan oleh European
Telekommunications Standards Institute (ETSI)
yang memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz
dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh
Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE)
dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan
teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct
Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH),
standar ini adalah yang paling banyak dipakai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN
adalah :
1.Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan
harga murah.
2. Metode akses yaitu metode membagi kanal
kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan
tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor
penting pada keterbatasan data rate dan memiliki
teknik tersendiri, di mana bila teknik yang
berhubungan dengan media transmisi (seperti
teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi
dan lain-lain) dapat diperhitungkan dengan baik
maka akan dihasilkan sistem WLAN yang
tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan
dalam menghubungkan semua terminal.
2.3 Lapisan fisik
WLAN menggunakan standar protokol Open
System Interconnection (OSI). OSI memiliki tujuh
lapisan di mana lapisan pertama adalah lapisan
fisik. Lapisan pertama ini mengatur segala hal
yang berhubungan dengan media transmisi
termasuk di dalamnya spesifikasi besarnya
frekuensi, redaman, besarnya tegangan dan
daya, interface, media penghubung antar-
terminal dll. Media transmisi data yang digunakan
oleh WLAN adalah IR atau RF.
2.3.1 Infrared (IR)
Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak
dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah
remote control (untuk televisi). Gelombang IR
mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat
directional, tidak dapat menembus tembok atau
benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan
dapat diinterferensi oleh cahaya matahari.
Pengirim dan penerima IR menggunakan Light
Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode
(PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media
transmisi karena IR dapat menawarkan data rate
tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan
harganya murah.
2.3.2 Radio Frequency (RF)
Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh
penggunaannya adalah pada stasiun radio,
stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi
oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga
harus dipertimbangkan cara memanfaatkan
spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF
sebagai media transmisi karena jangkauannya
jauh, dapat menembus tembok, mendukung
teknik handoff, mendukung mobilitas yang tinggi,
meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan
dapat digunakan di luar ruangan. WLAN, di sini,
nokia 3120c by fikri
GENERAL 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network UMTS 850 / 2100
UMTS 850 / 1900 - American version
Announced 2008, February
Status Available. Released 2008, April
SIZE Dimensions 111 x 45 x 13 mm, 60 cc
Weight 85 g
DISPLAY Type TFT, 16M colors
Size 240 x 320 pixels, 2.0 inches
SOUND Alert types Vibration; Downloadable polyphonic, MP3
ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack No
MEMORY Phonebook Yes, 2000 entries
Call records 20 dialed, 20 received, 20 missed calls
Internal 24 MB
Card slot microSD, up to 8GB (verified), hotswap, buy
memory
DATA GPRS Class 32
EDGE Class 32
3G Yes, 384 kbps
WLAN No
Bluetooth Yes, v2.0
Infrared port No
USB Yes, v2.0 microUSB
CAMERA Primary 2 MP, 1600x1200 pixels, LED flash
Video Yes, VGA (newest firmware versions only)
Secondary VGA videocall camera
FEATURES Messaging SMS, MMS 1.2, Email, Push Email, IM
Browser WAP 2.0/xHTML, HTML
Radio Stereo FM radio; Visual radio
Games Yes
Colors Graphite, Plum/Powder White, Deep Red,
Chestnut Brown
GPS No
Java Yes, MIDP 2.0
- MP3/MP4/AAC/AAC+/eAAC+ player
- Organizer
- Voice memo
- Predictive text input
BATTERY Standard battery, Li-Ion 1000 mAh (BL-4U)
Stand-by Up to 290 h (2G) / 288 h (3G)
Talk time Up to 3 h 30 min (2G) / 2 h 45 min (3G)
MISC SAR US 1.18 W/kg (head) 1.11 W/kg (body)
SAR EU 0.69 W/kg (head)
Price group
Disclaimer. We can not guarantee that the
in
3G Network UMTS 850 / 2100
UMTS 850 / 1900 - American version
Announced 2008, February
Status Available. Released 2008, April
SIZE Dimensions 111 x 45 x 13 mm, 60 cc
Weight 85 g
DISPLAY Type TFT, 16M colors
Size 240 x 320 pixels, 2.0 inches
SOUND Alert types Vibration; Downloadable polyphonic, MP3
ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack No
MEMORY Phonebook Yes, 2000 entries
Call records 20 dialed, 20 received, 20 missed calls
Internal 24 MB
Card slot microSD, up to 8GB (verified), hotswap, buy
memory
DATA GPRS Class 32
EDGE Class 32
3G Yes, 384 kbps
WLAN No
Bluetooth Yes, v2.0
Infrared port No
USB Yes, v2.0 microUSB
CAMERA Primary 2 MP, 1600x1200 pixels, LED flash
Video Yes, VGA (newest firmware versions only)
Secondary VGA videocall camera
FEATURES Messaging SMS, MMS 1.2, Email, Push Email, IM
Browser WAP 2.0/xHTML, HTML
Radio Stereo FM radio; Visual radio
Games Yes
Colors Graphite, Plum/Powder White, Deep Red,
Chestnut Brown
GPS No
Java Yes, MIDP 2.0
- MP3/MP4/AAC/AAC+/eAAC+ player
- Organizer
- Voice memo
- Predictive text input
BATTERY Standard battery, Li-Ion 1000 mAh (BL-4U)
Stand-by Up to 290 h (2G) / 288 h (3G)
Talk time Up to 3 h 30 min (2G) / 2 h 45 min (3G)
MISC SAR US 1.18 W/kg (head) 1.11 W/kg (body)
SAR EU 0.69 W/kg (head)
Price group
Disclaimer. We can not guarantee that the
in
Minggu, 15 Mei 2011
tasauf by fikri
Tujuan tasawuf adalah mendekatkan diri
sedekat mungkin dengan Tuhan sehingga ia
dapat melihat-Nya dengan mata hati bahkan
rohnya dapat bersatu dengan Roh Tuhan. Filsafat
yang menjadi dasar pendekatan diri itu adalah,
pertama, Tuhan bersifat rohani, maka bagian
yang dapat mendekatkan diri dengan Tuhan
adalah roh, bukan jasadnya. Kedua, Tuhan adalah
Maha Suci, maka yang dapat diterima Tuhan
untuk mendekatiNya adalah roh yang suci.
Tasawuf adalah ilmu yang membahas masalah
pendekatan diri manusia kepada Tuhan melalui
penyucian rohnya.
ASAL KATA SUFI
Tidak mengherankan kalau kata sufi dan
tasawuf dikaitkan dengan kata-kata Arab yang
mengandung arti suci. Penulis-penulis banyak
mengaitkannya dengan kata:
1. Safa dalam arti suci dan sufi adalah orang
yang disucikan. Dan memang, kaum sufi banyak
berusaha menyucikan diri mereka melalui banyak
melaksanakan ibadat, terutama salat dan puasa.
2. Saf (baris). Yang dimaksud saf di sini ialah
baris pertama dalam salat di mesjid. Saf pertama
ditempati oleh orang-orang yang cepat datang ke
mesjid dan banyak membaca ayat-ayat al-Qur'an
dan berdzikir sebelum waktu salat datang. Orang-
orang seperti ini adalah yang berusaha
membersihkan diri dan dekat dengan Tuhan.
3. Ahl al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah
bersama Nabi ke Madinah dengan meninggalkan
harta kekayaannya di Mekkah. Di Madinah mereka
hidup sebagai orang miskin, tinggal di Mesjid Nabi
dan tidur di atas bangku batu dengan memakai
suffah, (pelana) sebagai bantal. Ahl al-Suffah,
sungguhpun tak mempunyai apa-apa, berhati
baik serta mulia dan tidak mementingkan dunia.
Inilah pula sifat-sifat kaum sufi.
4. Sophos (bahasa Yunani yang masuk
kedalam filsafat Islam) yang berarti hikmat, dan
kaum sufi pula yang tahu hikmat. Pendapat ini
memang banyak yang menolak, karena kata
sophos telah masuk kedalam kata falsafat dalam
bahasa Arab, dan ditulis dengan sin dan bukan
dengan shad seperti yang terdapat dalam kata
tasawuf.
5. Suf (kain wol). Dalam sejarah tasawuf, kalau
seseorang ingin memasuki jalan tasawuf, ia
meninggalkan pakaian mewah yang biasa
dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar
yang ditenun secara sederhana dari bulu domba.
Pakaian ini melambangkan kesederhanaan serta
kemiskinan dan kejauhan dari dunia.
sedekat mungkin dengan Tuhan sehingga ia
dapat melihat-Nya dengan mata hati bahkan
rohnya dapat bersatu dengan Roh Tuhan. Filsafat
yang menjadi dasar pendekatan diri itu adalah,
pertama, Tuhan bersifat rohani, maka bagian
yang dapat mendekatkan diri dengan Tuhan
adalah roh, bukan jasadnya. Kedua, Tuhan adalah
Maha Suci, maka yang dapat diterima Tuhan
untuk mendekatiNya adalah roh yang suci.
Tasawuf adalah ilmu yang membahas masalah
pendekatan diri manusia kepada Tuhan melalui
penyucian rohnya.
ASAL KATA SUFI
Tidak mengherankan kalau kata sufi dan
tasawuf dikaitkan dengan kata-kata Arab yang
mengandung arti suci. Penulis-penulis banyak
mengaitkannya dengan kata:
1. Safa dalam arti suci dan sufi adalah orang
yang disucikan. Dan memang, kaum sufi banyak
berusaha menyucikan diri mereka melalui banyak
melaksanakan ibadat, terutama salat dan puasa.
2. Saf (baris). Yang dimaksud saf di sini ialah
baris pertama dalam salat di mesjid. Saf pertama
ditempati oleh orang-orang yang cepat datang ke
mesjid dan banyak membaca ayat-ayat al-Qur'an
dan berdzikir sebelum waktu salat datang. Orang-
orang seperti ini adalah yang berusaha
membersihkan diri dan dekat dengan Tuhan.
3. Ahl al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah
bersama Nabi ke Madinah dengan meninggalkan
harta kekayaannya di Mekkah. Di Madinah mereka
hidup sebagai orang miskin, tinggal di Mesjid Nabi
dan tidur di atas bangku batu dengan memakai
suffah, (pelana) sebagai bantal. Ahl al-Suffah,
sungguhpun tak mempunyai apa-apa, berhati
baik serta mulia dan tidak mementingkan dunia.
Inilah pula sifat-sifat kaum sufi.
4. Sophos (bahasa Yunani yang masuk
kedalam filsafat Islam) yang berarti hikmat, dan
kaum sufi pula yang tahu hikmat. Pendapat ini
memang banyak yang menolak, karena kata
sophos telah masuk kedalam kata falsafat dalam
bahasa Arab, dan ditulis dengan sin dan bukan
dengan shad seperti yang terdapat dalam kata
tasawuf.
5. Suf (kain wol). Dalam sejarah tasawuf, kalau
seseorang ingin memasuki jalan tasawuf, ia
meninggalkan pakaian mewah yang biasa
dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar
yang ditenun secara sederhana dari bulu domba.
Pakaian ini melambangkan kesederhanaan serta
kemiskinan dan kejauhan dari dunia.
man2 kdg students XI ipa 2 2011 by fikri
assalamualaikuw wr.wb
XI IPA 2 MERUPAKAN KELAS DGN SISWA SIWI X PLING RAJIN DARI SEGI MENJAGA LINGKUNGAN DAN BERKEBUN
makanan sehari hari adh srikaya, pisang , kestela
DGN SISWANYA
1.AGUS AY
2.ADHELNY M
3.AHMAD Z
4.AHMAD JH
5.DEWI IRIANA
6.DONI PH
7.FIKRI INS4N MADANI_ADI
8.IKHWAN NAWARI
9.IIS PURWANTI
10.KASPIAH
11.LISA A
12.M.INDRA S
13.M.FADIL R
14.M.SUHAIMI
15.MIFTAHUL J.
16.NURUL ASLI
17.NORHAYATI
18.NORMIATI
19.NORBAITI R
20.NURUL RAHMI
21.MELY A..P.
22.PUTI BS
23.SRI RAIHANA
24.NURHAIDA L.S
25.NAZRATUL UYUN
DEMIKIAN ITU KAMI SANGAT BERTERIMAKASIH KARENA BIMBINGAN WALI KELAS KAMI
'BP ARFANI.SAG.MPd1'
wasalamualaikum by xi ipa 2
XI IPA 2 MERUPAKAN KELAS DGN SISWA SIWI X PLING RAJIN DARI SEGI MENJAGA LINGKUNGAN DAN BERKEBUN
makanan sehari hari adh srikaya, pisang , kestela
DGN SISWANYA
1.AGUS AY
2.ADHELNY M
3.AHMAD Z
4.AHMAD JH
5.DEWI IRIANA
6.DONI PH
7.FIKRI INS4N MADANI_ADI
8.IKHWAN NAWARI
9.IIS PURWANTI
10.KASPIAH
11.LISA A
12.M.INDRA S
13.M.FADIL R
14.M.SUHAIMI
15.MIFTAHUL J.
16.NURUL ASLI
17.NORHAYATI
18.NORMIATI
19.NORBAITI R
20.NURUL RAHMI
21.MELY A..P.
22.PUTI BS
23.SRI RAIHANA
24.NURHAIDA L.S
25.NAZRATUL UYUN
DEMIKIAN ITU KAMI SANGAT BERTERIMAKASIH KARENA BIMBINGAN WALI KELAS KAMI
'BP ARFANI.SAG.MPd1'
wasalamualaikum by xi ipa 2
Jumat, 13 Mei 2011
demokrasi liberal
A. KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL
a. KABINET NATSIR (6 September 1950 -
21 Maret 1951)
Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh
partai Masyumi.
* Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir
* Program :
1. Menggiatkan usaha keamanan dan
ketentraman.
2.Mencapai konsolidasi dan
menyempurnakan susunan pemerintahan.
3.Menyempurnakan organisasi Angkatan
Perang.
4. Mengembangkan dan memperkuat
ekonomi rakyat.
5.Memperjuangkan penyelesaian masalah
Irian Barat.
* Hasil :
Berlangsung perundingan antara Indonesia-
Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah
Irian Barat.
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
- Upaya memperjuangkan masalah Irian
Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu
(kegagalan).
-Timbul masalah keamanan dalam negeri
yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh
wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII,
Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS.
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut
pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai
DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan
pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD
terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut
disetujui parlemen sehingga Natsir harus
mengembalikan mandatnya kepada Presiden.
b. KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3
April 1952)
Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan
PNI.
* Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo
* Program :
1. Menjamin keamanan dan ketentraman
2.Mengusahakan kemakmuran rakyat dan
memperbaharui hukum agraria agar sesuai
dengan kepentingan petani.
3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.
4. Menjalankanpolitik luar negeri secara bebas
aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam
wilayah RI secepatnya.
* Hasil :
Tidak terlalu berarti sebab programnya
melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi
perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan
programnya, seperti awalnya program
Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman
selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin
keamanan dan ketentraman
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
· Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara
Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan
Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran.
Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan
militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia
berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA).
Dimana dalam MSA terdapat pembatasan
kebebasan politik luar negeri RI karena RI
diwajibkan memperhatiakan kepentingan
Amerika.
Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah
melanggar politik luar negara Indonesia yang
bebas aktif karena lebih condong ke blok barat
bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke
dalam blok barat.
·Adanya krisis moral yang ditandai dengan
munculnya korupsi yang terjadi pada setiap
lembaga pemerintahan dan kegemaran akan
barang-barang mewah.
· Masalah Irian barat belum juga teratasi.
·Hubungan Sukiman dengan militer kurang
baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan
pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas
tindakan Sukiman sehingga mereka menarik
dukungannya pada kabinet tersebut. DPR
akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa
Sukiman harus mengembalikan mandatnya
kepada presiden.
c. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3
Juni 1953)
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet
yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam
biangnya.
* Dipimpin Oleh : Mr. Wilopo
* Program :
1. Program dalam negeri :
Menyelenggarakan pemilihan umum
(konstituante, DPR, dan DPRD), meningkatkan
kemakmuran rakyat, meningkatkan pendidikan
rakyat, dan pemulihan keamanan.
2. Programluar negeri : Penyelesaian masalah
hubungan Indonesia-Belanda, Pengembalian Irian
Barat ke pangkuan Indonesia, serta menjalankan
politik luar negeri yang bebas-aktif.
* Hasil : -
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
ü Adanya kondisi krisis ekonomi yang
disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang
eksport Indonesia sementara kebutuhan impor
terus meningkat.
ü Terjadi defisit kas negara karena penerimaan
negara yang berkurang banyak terlebih setelah
terjadi penurunana hasil panen sehingga
membutuhkan biaya besar untuk mengimport
beras.
üMunculnya gerakan sparatisme dan sikap
provinsialisme yang mengancam keutuhan
bangsa. Semua itu disebabkan karena rasa
ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke
daerah yang tidak seimbang.
üTerjadi peristiwa 17 Oktober 1952.
Merupakan upaya pemerintah untuk
menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga
muncul sikap tidak senang dikalangan partai
politik sebab dipandang akan membahayakan
kedudukannya. Peristiwa ini diperkuat dengan
munculnya masalah intern dalam TNI sendiri
yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A.H
Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang
Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai
penggantian KSAD kepada menteri pertahanan
yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen
sehingga menimbulkan perdebatan dalam
parlemen. Konflik semakin diperparah dengan
adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel
Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di
Sulawesi Selatan.
Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di
berbagaidaerah menuntut dibubarkannya
parlemen. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin
Nasution menghadap presiden dan menyarankan
agar parlemen dibubarkan. Tetapi saran tersebut
ditolak.
Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut
diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan
perang dan mengecam kebijakan KSAD.
Inti peristiwaini adalah gerakan sejumlah perwira
angkatan darat guna menekan Sukarno agar
membubarkan kabinet.
üMunculnya peristiwa Tanjung Morawa
mengenai persoalan tanah perkebunan di
Sumatera Timur (Deli). Sesuai dengan perjanjian
KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing
untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-
tanah perkebunan. Tanah perkebunan di Deli
yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa
Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera
Utara dan dianggap miliknya. Sehingga pada
tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan
untuk mengusir para petani liar Indonesia yang
dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin
tersebut. Para petani tidak mau pergi sebab telah
dihasut oleh PKI. Akibatnya terjadi bentrokan
senjata dan beberapa petani terbunuh.
Intinyaperistiwa Tanjung Morawa merupakan
peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian
dengan para petani liar mengenai persoalan tanah
perkebunan di Sumatera Timur (Deli).
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah
mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia
terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus
mengembalikan mandatnya pada presiden.
a. KABINET NATSIR (6 September 1950 -
21 Maret 1951)
Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh
partai Masyumi.
* Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir
* Program :
1. Menggiatkan usaha keamanan dan
ketentraman.
2.Mencapai konsolidasi dan
menyempurnakan susunan pemerintahan.
3.Menyempurnakan organisasi Angkatan
Perang.
4. Mengembangkan dan memperkuat
ekonomi rakyat.
5.Memperjuangkan penyelesaian masalah
Irian Barat.
* Hasil :
Berlangsung perundingan antara Indonesia-
Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah
Irian Barat.
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
- Upaya memperjuangkan masalah Irian
Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu
(kegagalan).
-Timbul masalah keamanan dalam negeri
yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh
wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII,
Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS.
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut
pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai
DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan
pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD
terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut
disetujui parlemen sehingga Natsir harus
mengembalikan mandatnya kepada Presiden.
b. KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3
April 1952)
Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan
PNI.
* Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo
* Program :
1. Menjamin keamanan dan ketentraman
2.Mengusahakan kemakmuran rakyat dan
memperbaharui hukum agraria agar sesuai
dengan kepentingan petani.
3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.
4. Menjalankanpolitik luar negeri secara bebas
aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam
wilayah RI secepatnya.
* Hasil :
Tidak terlalu berarti sebab programnya
melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi
perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan
programnya, seperti awalnya program
Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman
selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin
keamanan dan ketentraman
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
· Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara
Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan
Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran.
Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan
militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia
berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA).
Dimana dalam MSA terdapat pembatasan
kebebasan politik luar negeri RI karena RI
diwajibkan memperhatiakan kepentingan
Amerika.
Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah
melanggar politik luar negara Indonesia yang
bebas aktif karena lebih condong ke blok barat
bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke
dalam blok barat.
·Adanya krisis moral yang ditandai dengan
munculnya korupsi yang terjadi pada setiap
lembaga pemerintahan dan kegemaran akan
barang-barang mewah.
· Masalah Irian barat belum juga teratasi.
·Hubungan Sukiman dengan militer kurang
baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan
pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas
tindakan Sukiman sehingga mereka menarik
dukungannya pada kabinet tersebut. DPR
akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa
Sukiman harus mengembalikan mandatnya
kepada presiden.
c. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3
Juni 1953)
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet
yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam
biangnya.
* Dipimpin Oleh : Mr. Wilopo
* Program :
1. Program dalam negeri :
Menyelenggarakan pemilihan umum
(konstituante, DPR, dan DPRD), meningkatkan
kemakmuran rakyat, meningkatkan pendidikan
rakyat, dan pemulihan keamanan.
2. Programluar negeri : Penyelesaian masalah
hubungan Indonesia-Belanda, Pengembalian Irian
Barat ke pangkuan Indonesia, serta menjalankan
politik luar negeri yang bebas-aktif.
* Hasil : -
* Kendala/ Masalah yang dihadapi :
ü Adanya kondisi krisis ekonomi yang
disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang
eksport Indonesia sementara kebutuhan impor
terus meningkat.
ü Terjadi defisit kas negara karena penerimaan
negara yang berkurang banyak terlebih setelah
terjadi penurunana hasil panen sehingga
membutuhkan biaya besar untuk mengimport
beras.
üMunculnya gerakan sparatisme dan sikap
provinsialisme yang mengancam keutuhan
bangsa. Semua itu disebabkan karena rasa
ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke
daerah yang tidak seimbang.
üTerjadi peristiwa 17 Oktober 1952.
Merupakan upaya pemerintah untuk
menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga
muncul sikap tidak senang dikalangan partai
politik sebab dipandang akan membahayakan
kedudukannya. Peristiwa ini diperkuat dengan
munculnya masalah intern dalam TNI sendiri
yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A.H
Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang
Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai
penggantian KSAD kepada menteri pertahanan
yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen
sehingga menimbulkan perdebatan dalam
parlemen. Konflik semakin diperparah dengan
adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel
Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di
Sulawesi Selatan.
Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di
berbagaidaerah menuntut dibubarkannya
parlemen. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin
Nasution menghadap presiden dan menyarankan
agar parlemen dibubarkan. Tetapi saran tersebut
ditolak.
Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut
diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan
perang dan mengecam kebijakan KSAD.
Inti peristiwaini adalah gerakan sejumlah perwira
angkatan darat guna menekan Sukarno agar
membubarkan kabinet.
üMunculnya peristiwa Tanjung Morawa
mengenai persoalan tanah perkebunan di
Sumatera Timur (Deli). Sesuai dengan perjanjian
KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing
untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-
tanah perkebunan. Tanah perkebunan di Deli
yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa
Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera
Utara dan dianggap miliknya. Sehingga pada
tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan
untuk mengusir para petani liar Indonesia yang
dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin
tersebut. Para petani tidak mau pergi sebab telah
dihasut oleh PKI. Akibatnya terjadi bentrokan
senjata dan beberapa petani terbunuh.
Intinyaperistiwa Tanjung Morawa merupakan
peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian
dengan para petani liar mengenai persoalan tanah
perkebunan di Sumatera Timur (Deli).
* Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah
mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia
terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus
mengembalikan mandatnya pada presiden.
Langganan:
Postingan (Atom)